Ketahui Gejala dan Pengobatan Difteri pada Anak

Difteri pada anak punya kesamaan gejala dengan radang tenggorokan

Difteri adalah suatu penyakit yang disebabkan karena terjadi infeksi bakteri yang serius dan dapat mempengaruhi selaput lendir tenggorokan dan hidung. Difteri juga dapat dengan mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain. Oleh karena itu, difteri dapat dicegah melalui vaksinasi. Difteri pada anak juga dapat terjadi dan justru sangat berisiko pada anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun. Selain itu, difteri juga dapat menyerang orang-orang yang tinggal dalam tempat yang tidak bersih dan padat, tidak cukup gizi, dan anak-anak serta orang dewasa tidak mendapatkan imunisasi terbaru.

Gejala Difteri

Difteri pada anak biasanya menimbulkan tanda atau gejala yang dapat muncul pada dua sampai lima hari setelah terinfeksi. Selain itu, beberapa orang ada yang tidak mengalami gejala apapun. Ada juga sebagian orang yang mengalami gejala ringan yang mirip seperti flu biasa.

Gejala difteri pada anak yang paling terlihat dan umum terjadi adalah terbentuknya lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan dan amandel. Gejala difteri lainnya yaitu:

  • tubuh menjadi demam
  • tubuh menjadi panas dingin
  • terjadi pembengkakan pada kelenjar di leher
  • batuk menjadi keras dan menggonggong
  • tenggorokan menjadi sakit
  • kulit berwarna kebiruan
  • meneteskan air liur
  • merasa tidak nyaman

Gejala tambahan yang dapat terjadi saat infeksi berkembang, yaitu:

  • kesulitan untuk bernapas atau menelan
  • terjadi perubahan penglihatan
  • bicara menjadi cadel
  • menunjukkan tanda-tanda syok, seperti kulit menjadi pucat dan dingin, berkeringat, serta detak jantung yang cepat.

Jika tinggal di tempat yang kebersihannya buruk atau tinggal di daerah tropis, maka anak mungkin juga dapat mengembangkan difteri kulit, atau difteri kulit. Difteri pada kulit dapat menumbulkan bisul dan kulit menjadi kemerahan di daerah yang terinfeksi. 

Diagnosis Difteri pada Anak

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa apakah kelenjar getah bening mengalami pembengkakan. Dokter juga akan menanyakan soal riwayat kesehatan anak dan gejala apa saja yang dialami.

Dokter juga dapat memeriksa dengan melihat lapisan abu-abu di tenggorokan atau amandel. Jika dokter memerlukan konfirmasi diagnosis, dokter akan mengambil sampel jaringan yang terinfeksi dan mengirimkan ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. Dokter juga akan melakukan kultur tenggorokan jika mencurigai adanya difteri pada kulit.

Pengobatan Difteri

Anak-anak dan orang dewasa yang mengalami difteri harus dirawat di rumah sakit. Seseorang yang telah terinfeksi harus diberikan antitoksin khusus yang dapat diberikan melalui suntikan atau infus yang dapat menetralkan racun difteri yang sudah beredar di dalam tubuh, ditambah antibiotik untuk membunuh bakteri difteri yang masih tersisa.

Seseorang dengan infeksi lanjut dapat memerlukan alat berupa ventilator yang membantu mereka untuk bernapas. Akan tetapi, jika racun yang diproduksi oleh bakteri penyebab difteri sudah beredar ke jantung, ginjal, atau sistem saraf pusat, maka para pasien mungkin memerlukan cairan intravena, oksigen, atau obat jantung.

Jika anak atau seseorang mengalami difteri, maka harus diisolasi. Apalagi jika ada anggota keluarga dan kontak dekat lainnya yang belum diimunisasi, atau yang masih sangat muda atau tua jadi harus dilindungi dari kontak dengan pasien.

Saat ada seseorang yang didiagnosis menderita difteri, akan mendapatkan perawatan seperti kultur tenggorokan, dan menerima dosis booster vaksin difteri serta antibiotik sebagai tindakan pencegahan.

Dengan mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat di rumah sakit, kebanyakan difteri pada anak bisa disembuhkan. Setelah antibiotik dan antitoksin bekerja, anak bisa istirahat di tempat tidur untuk sementara waktu, sekitar 4 sampai 6 minggu atau sampai sembuh total. Istirahat di tempat tidur sangat penting jika mengalami miokarditis atau radang otot jantung dapat ditimbulkan karena komplikasi difteri. Setelah anak sembuh, maka anak harus mendapat suntikan atau vaksinasi difteri untuk melindunginya dari serangan infeksi lain.

Bagaimana Cara Mengetahui Letak G Spot

G Spot atau Grafenberg spot merupakan area sensitif di dalam vagina yang bisa merangsang wanita. Jika area tersebut tersentuh maka wanita bisa mengalami orgasme. Namun untuk bisa mencapai G spot sangat sulit sama seperti mencapai orgasme melalui penetrasi. Karena dalam studi pada 2017, hanya 18 persen wanita yang bisa mencapai orgasme saat melakukan penetrasi.

A-spot adalah zona sensitif yang bantu permudah wanita untuk mencapai orgasme

Dimanakah Letak G Spot

Ernst Gräfenberg seorang ilmuwan dan dokter dari Jerman, pertama kali menulis hal mengenai G-spot pada 1950. Baru pada tahun 1980-an para dokter menggunakan nama Gräfenberg-spot pada area tersebut yang kemudian disingkat menjadi G-spot.

Meski setiap wanita memiliki anatomi tubuh yang sama, namun ada beberapa perbedaan yang bisa membuat posisi G-spot setiap wanita berbeda. Itu bisa karena faktor tinggi badan, panjang lengan hingga besarnya kaki.

G-spot terletak beberapa inci di dalam vagina di sepanjang dinding atas. Area tersebut cukup sensitif yang bisa membengkak saat terangsang atau saat terkena sentuhan. 

Ada cara untuk mengetahui letak G-spot yang Anda miliki salah satunya dengan melakukan foreplay atau pemanasan dengan menggunakan jari pasangan Anda. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menemukan letak G-spot.

  1. Rileks

Pertama-tama, Anda harus rileks terlebih dahulu agar vagina Anda tidak tegang. Mintalah pasangan Anda untuk memijat area vagina untuk membuatnya rileks. Karena jika tegang, maka area vagina Anda bisa terluka.

  1. Gunakan Jari

Nantinya pasangan Anda harus memasukkan jari ke dalam vagina. Lalu cari area yang terasa berbeda dari lainnya. Anda juga bisa menggunakan seks toys, namun itu semua tergantung Anda dan pasangan.

  1. Rasakan Sensasinya

Jika itu adalah area G spot maka Anda akan merasakan sensasi berbeda. Stimulasi G-spot rasanya mirip seperti sensasi ingin buang air kecil. Karena itu, jika Anda merasakan sensasi tersebut jangan takut jika yang Anda keluarkan adalah air kencing. Anda juga bisa buang air kecil terlebih dahulu guna menyingkirkan ketakutan tersebut.

  1. Gerakan Jari

Rangsang area tersebut dengan gerakan seperti memanggil orang dengan jari. Anda bisa mengulangi gerakan tersebut daripada melakukan gerakan keluar masuk.

Saat G-spot terangsang hingga bengkak, maka sensasi ingin buang air kecil akan mereda. Orgasme karena stimulasi G-spot juga bisa memicu pelepasan cairan dari kelenjar Skene di uretra.

Beberapa wanita mungkin akan bisa mencapai orgasme saat pasangannya melakukan hal tersebut. Namun tidak semua wanita bisa mencapai kepuasan melalui G-spot.

Adakah Cara Lain?

Selain dengan menggunakan tangan, ada juga cara lain yang bisa Anda dan pasangan lakukan untuk menstimulasi G-spot. Salah satunya dengan melakukan variasi gerakan seks, seperti berikut ini:

  1. Woman on Top

Merupakan posisi terbaik untuk merangsang G-spot. Anda bisa duduk tegak di atas pasangan dengan posisi tubuh agak sedikit bersandar, Anda bisa memegang kaki untuk menjaga keseimbangan.

Anda bisa menyesuaikan postur dan posisi guna menemukan posisi G-spot yang benar. Jika Anda merasakan sensasi berbeda, maka teruslah bergerak hingga Anda mencapai klimaks.

  1. Missionary

Anda bisa mendapatkan rangsangan G-spot terbaik jika menggunakan posisi missionary. Anda bisa memiringkan tubuh ke bawah dengan bertumpu pada siku lalu stimulasi G-spot dengan meremas otot-otot dasar panggul di sekitar penis pasangan Anda.

Pasangan Anda juga bisa memiringkan sedikit tubuhnya sehingga tulang panggul sejajar dan penis berada di posisi yang tepat untuk menstimulasi G-spot. Pasangan Anda mempertahankan goyangan yang lembut. Posisi ini juga bisa memberikan stimulasi pada klitoris.

Pada dasarnya seks berhubungan dengan mental dan fisik. Anda dan pasangan harus merasa nyaman agar bisa menemukan posisi G spot yang benar.

Cara Menggunakan Tegaderm Pad, Plester untuk Luka Tusuk

3M Tegaderm Film 1623  harga terbaik

Sedang membutuhkan penutup luka bakar atau luka bedah? Mungkin Tegaderm Pad adalah salah satu yang harus kamu pilih. Tak hanya luka bakar dan luka bedah saja, dengan Tegaderm, kamu juga bisa menggunakannya untuk menutupi luka di bagian yang pernah di infus dan juga jalur tengah. 

Biasanya, banyak yang memilih Tegaderm Pad lantaran bisa melindungi luka dari air atau sebagai penghalang air. Walaupun air tidak bisa masuk, oksigen masih untuk bisa menembusnya. Tentu saja, dengan masuknya oksigen, maka penyembuhan luka dan kesehatan kulit bisa jadi lebih baik. 

Tegaderm, sering digunakan untuk perawatan luka agar tidak ada mikroorganisme yang bisa memperparah kondisi. Kalangan medis, memilih Tegaderm untuk mengurangi risiko infeksi di aliran darah primer. 

Hal ini dilakukan, untuk memenuhi fungsi ideal dari intra venous dressing. Fungsi idealnya yaitu Protect atau mencegah masuknya mikro-organisme pada luka, secure atau memfiksasi kuat kateter, dan juga untuk monitor atau memudahkan observasi agar bisa mengantisipasi adanya infeksi. 

Cara Menggunakan Tegaderm Pad

Nah, jika kamu sudah mengetahui sedikit informasi tentang kegunaan atau fungsi dari Tegaderm Pad, tentu saja kamu harus mengetahui bagaimana menggunakannya. Silakan simak uraian berikut ini untuk mengetahuinya: 

  1. Bersihkan Luka 
  • Bersihkan luka terlebih dahulu. Silakan bersihkan secara menyeluruh menggunakan alkohol gosok, chlorhexidine atau betadine
  • Gunakan juga penyeka kapas sekali pakai, usahakan menggunakan kapas yang steril atau bisa mensterilkannya terlebih dahulu
  • Kemudian, basahi kapas menggunakan larutan pembersih
  • Silakan memulai proses pembersihan di bagian luka tengah
  • Jangan lupa untuk memulai pembersihan dari bagian luar luka dulu. Hal ini harus kamu lakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi ulang. 

Itu adalah tahap pertama yang bisa kamu lakukan, yakni dengan membersihkan luka terlebih dahulu. Silakan ikuti metode di atas atau bisa langsung konsultasi dengan dokter. 

Terkadang, luka tertentu membutuhkan metode pembersihan yang berbeda. Setelah tahap di atas, kamu hanya perlu menunggu luka mengering. 

Harap untuk tidak meniup luka dengan tujuan mendapatkan proses pengeringan yang lebih cepat. Hal tersebut bisa berpotensi memasukkan bakteri yang ada di mulut ke dalam luka. Nantinya, ada risiko terkena infeksi. 

  1. Tentukan Seberapa Banyak Tegaderm Pad yang Dibutuhkan

Tahap selanjutnya yakni dengan menentukan berapa banyak Tegaderm yang akan digunakan. Caranya yakni sebagai berikut: 

  • Pilih potongan yang tidak terlalu kecil atau besar
  • Potongan Tegaderm yang terlalu kecil, biasanya membuat balutan tidak bisa menempel dengan tepat
  • Sedangkan potongan Tegaderm yang terlalu besar, biasanya mengakibatkan rasa sakit ketika ingin melepaskan balutannya. Hal tersebut terjadi lantaran luas permukaan luka yang ditutupi
  • Biasanya, pabrikan akan merekomendasikan Tegaderm dengan ukuran 4 – 5 cm di sekitar luka. Ukuran tersebut, dianggap sangat pas untuk mendapatkan perekatan yang tepat
  • Jika memang terlalu besar, kamu bisa memotongnya terlebih dahulu. 

Langkah ini harus kamu lakukan agar mendapatkan proteksi optimal dari Tegaderm. Selain itu, juga mencegah adanya tambahan rasa sakit jika menggunakan ukuran Tegaderm yang terlalu besar. 

  1. Memasang Tegaderm Pad

Langkah selanjutnya yakni untuk memasang Tegaderm Pad pada luka. Langkah-langkahnya yakni sebagai berikut: 

  • Silakan lepaskan bagian belakang yang berupa kertas dari Tegaderm. Hal ini dilakukan untuk membuka bagian perekat
  • Jangan lupa sisakan sedikit kertas di tepian Tegaderm agar memudahkan ketika dipegang dan untuk menempelkannya
  • Letakkan Tegaderm tepat di atas tempat luka
  • Tekan dengan lembut agar Tegaderm bisa menempel dengan baik
  • Setelah itu, jangan lupa untuk menghaluskan lipatan atau gelembung yang muncul
  • Silakan lepas kertas yang ada di tepian Tegaderm
  • Jangan lupa juga untuk meratakan tepi Tegaderm ketika kertas telah dilepas. 

Nah, itulah beberapa langkah yang harus kamu lakukan untuk menggunakan Tegaderm Pad pada luka yang sedang kamu alami. Jika kamu ingin mendapatkan Tegaderm, kamu bisa membelinya lewat platform kesehatan, apotik, atau di berbagai e-commerce. Biasanya, Tegaderm dijual bebas karena bukan obat dalam.

Memilih Tipe dan Handel Hand Grip

Hand Grip merupakan salah satu alat olahraga yang memiliki manfaat luar biasa. Alat tersebut berfungsi untuk memperkuat otot tangan. 

Sebagaimana diketahui, selain harganya yang bervariasi, alat olahraga yang satu ini juga memiliki bentuk yang bermacam-macam. Karena itu, Anda perlu mengetahui bagaimana cara memilih serta apa saja jenis hand grip yang bisa Anda coba. 

Apa saja tipe Hand Grip? 

Alat olahraga hand grip terbagi menjadi empat jenis. Mulai Koil, Pegas, Bola, hingga dan Jari. 

Yang utama, sesuaikan penggunaan serta pemilihan alat tersebut berdasarkan kekuatan genggaman Anda serta tujuannya.  Berikut ini tipe-tipe hand grip yang perlu Anda ketahui. 

Hand grip terbaik untuk melatih kekuatan tangan


1. Hand Grip Koil

Hand grip berjenis koil kerap ditemukan di pasaran. Keunggulan produk olahraga yang satu ini memiliki perbandingan daya tahan yang berbeda dari hand grip pegas.

Jika Anda kerap mengubah tingkat kekuatan pada hand grip berjenis pegas ini, bagian pegas lama-kelamaan akan kehilangan ketegangannya. Sementara itu, meski hand grip bentuk koil dapat tahan lebih lama, Anda perlu membeli produk baru seiring berjalannya waktu. 


2. Hand Grip Pegas

Hand grip berjenis pegas merupakan pilihan terbaik bagi Anda. Apalagi bila Anda yang belum sempat mengecek daya grip dengan dinamometer. Tingkat kekuatan produk yang satu ini bisa Anda ubah sesuai kebutuhan Anda. Karena itu, Anda tidak perlu sering mengganti hand grip selama periode latihan berlangsung. 

Produk alat olahraga yang satu ini merupakan solusi yang hemat apabila Anda akan berlatih untuk jangka yang panjang. Lebih dari itu, tingkat kekuatan yang Anda pilih akan menentukan seberapa jauh pegas tersebut akan dipanjangkan. Sebab, makin jauh jaraknya, makin sulit pula bagi Anda untuk menggenggam kedua handel pada hand grip tersebut. 


3. Hand Grip Bola 

Menggunakan hand grip tipe bola merupakan hal cukup mudah. Sebab, Anda hanya perlu meremasnya saja. 

Hand grip tersebut juga kerap disebut sebagai stress ball lantaran bisa membantu Anda dalam menghilangkan stres ketika alat tersebut digunakan. Hand grip bentuk bola juga sangat cocok untuk segala usia, terutama lansia yang sedang menjalani fisioterapi.


4. Hand Grip Jari

Tipe hand grip jari tidak hanya berfungsi untuk melatih tangan, tetapi juga masing-masing jari Anda. Produk tersebut sangat direkomendasikan untuk para pemusik. Di antaranya, pemain piano atau instrumen senar hingga atlet panjat batu. 

Meski begitu, Anda yang bukan atlet atau pemusik juga bisa mendapatkan manfaat dari hand grip tipe tersebut. Apabila Anda kerap mengetik atau bermain game, ketangkasan serta kekuatan jari-jari Anda bisa terlatih dengan menggunakan hand grip yang satu ini.   

Sebelum membeli hand grip, ikuti tips berikut

Bagi Anda yang memiliki keinginan untuk membeli hand grip, sebaiknya perlu mengetahui tips yang jitu agar hand grip yang dibeli sesuai kebutuhan Anda. Berikut ini tips untuk memilih hand grip. 


1. Perhatikan kekuatan genggaman 

Salah satu yang perlu diperhatikan sebelum membeli hand grip ialah perhatikan kekuatan genggaman tangan Anda terlebih dahulu dengan dinamometer. Fungsi alat tersebut memang sebagai pengukur daya grip Anda.

Sebaiknya, Anda membangun kekuatan genggaman tangan Anda sendiri secara perlahan untuk menghindari cedera parah.  Pilihlah hand grip yang bisa Anda gunakan dengan nyaman untuk beberapa repetisi. Lebih lanjut, latihan Anda tidak akan berjalan efektif apabila Anda memilih hand grip yang terlalu kuat.


2. Pertimbangkan bahan handle Hand Grip

Umumnya, handel pada hand grip terbuat dari dengan busa, karet, metal, ataupun plastik. Pada handel busa, Anda bisa merasakan sensasi empuk, nyaman untuk dipegang, serta anti licin. 

Karena itulah handel seperti ini sangat pas untuk digunakan oleh pemula serta anak-anak. Handle karet juga dinilai nyaman serta tidak licin. Tekstur handle karet juga lebih padat sehingga lebih tahan lama.

Jika dibandingkan dengan itu, handle yang terbuat dari metal biasanya memiliki ukiran sehingga memberi tingkat friksi terbaik. Namun, tangan Anda akan terasa sakit ketika menggunakannya apabila Anda belum terbiasa dengan hand grip tersebut. Di sisi lain, handel dari bahan plastiklah yang paling licin di antara keempat bahan-bahan hand grip yang sudah disebutkan sebelumnya. 

3. Perhatikan tipe handlenya

Jenis handel memang bermacam-macam. Mulai dari hand grip yang berbentuk cincin, hingga memiliki pola unik seperti oktagon. Yang paling sering ditemukan adalah jenis knurling serta jari-jari.

Handel knurling, untuk pegangan yang kuat. Sebagai informasi, proses yang menghasilkan ukiran garis bersilang, horizontal ataupun vertikal pada batang metal disebut knurling. Selain memberikan pegangan yang kuat, ukiran garis bersilang meningkatkan friksi pada permukaan handel bisa menekan kulit Anda dan membuat tangan Anda sakit. 

Karena itulah, tetaplah gunakan hand grip dengan hati-hati. Meski begitu, atlet angkat besi dan panjat batu lebih menyukai jenis handel ini lantaran bisa membentuk kapalan.

Sementara itu, handel jari-jari menyediakan lekukan untuk menempatkan jari-jari Anda dengan pas, yaitu untuk menitikberatkan pada kenyamanan. Handel berjenis tersebut adalah must-have, terutama jika Anda menginginkan produk dengan handel berbahan plastik.

Itulah beragam tips sebelum Anda memutuskan untuk membeli hand grip. Pastikan alat olahraga yang Anda pilih bisa sesuai dengan apa yang Anda butuhkan. Dengan begitu, kegiatan olahraga Anda dengan menggunakan hand grip akan makin optimal. 

Atasi Sakit Perut pada Anak Dapat dengan 6 Cara Berikut

Apa yang harus dilakukan saat anak mengeluh sakit di bagian perutnya? Pertama, ketahui terlebih dahulu penyebabnya. Anda bisa menanyakan makanan atau minuman terakhir yang anak konsumsi dan tanyakan seberapa besar rasa sakitnya.

Sakit perut pada anak tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebab beberapa penyakit serius salah satu gejalanya menyerang di bagian perut. Oleh karena itu, sebelum membahas mengenai cara mengatasi sakit perut pada anak, alangkah baiknya untuk mempelajari pemicunya.

Penyebab Umum Sakit Perut Pada Anak

Rasa sakit di bagian perut dapat terasa dengan berbagai gejala, misalnya: kram, sensasi panas, dan perut terasa penuh (kembung). Bahkan sakit perut juga disertai dengan gejala lain, seperti lesu, berkeringat, muntah, mual, demam, dan sebagainya. Tentu saja sakit perut pada anak dapat diatasi secara alami maupun medis. Namun, ketahui lebih dulu penyebab umumnya, di antara lain adalah:

  1. Sembelit 

Sembelit adalah kondisi yang menyerang bagian sistem pencernaan dan menyebabkan anak jadi susah BAB. Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama, perut akan terasa sakit, perih, dan kembung yang disertai kram. Untuk mengatasinya, perbanyak mengonsumsi air putih dan makanan berserat tinggi.

  1. Diare

Diare terjadi karena infeksi yang menyerang sistem pencernaan dan kebalikan dari sembelit. Anak bisa mengalami sakit perut dan BAB dengan intensitas yang cukup sering. Gejala diare terlihat dari feses yang cair, BAB berulang, dan tubuh menjadi lemas karena dehidrasi. 

  1. Makanan Tertentu

Bukan hal mengherankan apabila orangtua menanyakan makanan atau minuman terakhir yang dikonsumsi sebelum anak mengalami sakit perut. Sebab, makanan yang kurang higienis atau terlalu pedas dapat memicu sakit perut dan mual. Untuk mencegahnya, biasakan anak untuk mencuci tangan sebelum makan dan menghindari makanan terlalu pedas dan berminyak 

  1. Usus Buntu

Apabila sakit perut pada anak terasa di bagian pusar hingga sisi ke kanan bawah, kemungkinan kondisi tersebut mengarah pada usus buntu. Selain itu, usus buntu juga disertai dengan gejala lain, seperti muntah, demam, sakit yang luar biasa, dan nafsu makan menurun. Untuk memastikan diagnosisnya, segera bawa anak untuk periksa ke dokter. 

  1. Keracunan

Pemicu sakit perut bisa disebabkan karena keracunan makanan, bahan kimia, tanaman beracun, hingga obat-obatan. Penyakit keracunan dapat terjadi secara ringan hingga membahayakan nyawa.

6 Cara Atasi Sakit Perut pada Anak

Setelah mengetahui penyebab umumnya, berikut cara yang bisa dilakukan untuk merawat anak yang sakit perut. Penanganan ini dapat Anda lakukan di rumah, di antaranya adalah:

  1. Pertama, pastikan anak istirahat dengan cukup. Rasa sakit pada perut tentu saja menguras tenaga dan menyebabkan tubuh menjadi lemas. Apalagi jika yang dialami adalah diare, maka pemenuhan cairan harus diperhatikan dengan baik seperti mengonsumsi air putih dan air kelapa. 
  2. Menggunakan kompres hangat. Letakkan kompres hangat di bagian perut yang terasa sakit. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan menenangkan perut.
  3. Perbanyak minum air putih. Pastikan anak tetap terhidrasi dengan mengonsumsi sup, air jahe, dan menghindari kopi atau minuman bersoda.
  4. Pijat dengan lembut di bagian perut anak yang terasa sakit. Hal tersebut dilakukan untuk mengeluarkan gas yang menumpuk di dalam perut. Anda juga bisa mengusapnya dengan minyak hangat supaya lebih nyaman. Hentikan pijatan tersebut jika anak mengeluhkan sakit. 
  5. Cara selanjutnya adalah memberikan obat sakit perut yang dijual di apotik. Namun, alangkah baiknya jika mengikuti petunjuk dan resep dari dokter.
  6. Hindari memberikan makanan pedas dan terlalu berminyak. Sakit perut pada anak bisa disebabkan karena makanan yang terlalu pedas. Itulah sebabnya, dorong anak untuk sementara berhenti mengonsumsi makanan yang berisiko.

Itulah informasi mengenai penyebab dan cara mengatasi sakit perut pada anak. Apabila cara di atas sudah dilakukan dan rasa sakit tak kunjung hilang, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Apa Sajakah Olahraga Lansia yang Aman untuk Dilakukan?

Berolahraga sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ini berlaku untuk semua umur, tidak terkecuali lansia. Malah, olahraga lansia sangat penting untuk dilakukan agar lansia tetap bugar di hari tuanya dan risiko terkena penyakit dapat diminimalisir. 

Menerapkan gaya hidup aktif dan sehat adalah hal yang sangat penting bagi lansia. Olahraga ringan setiap hari, sudah lebih dari cukup untuk meningkatkan kekuatan, fleksibilitas dan keseimbangan orang berusia lanjut.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), idealnya lansia melakukan olahraga selama 150 menit per minggu atau bisa dilakukan tiga kali seminggu dengan durasi 30 menit per sesi olahraga. Manfaat aktivitas fisik bagi lansia antara lain.

  • Mencegah penyakit jantung, diabetes, dan stroke
  • Melancarkan peredaran darah
  • Memperkuat otot-otot tubuh
  • Mencegah demensia
  • Memperbaiki kualitas hidup
  • Mencegah stres dan depresi pada lansia

Nah, Anda bisa melakukan olahraga lansia yang bisa dilakukan setiap hari atau setidaknya 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Berikut ini jenis-jenis olahraga untuk lansia yang juga bisa Anda lakukan ketika menemaninya berolahraga. 

1. Jogging

Jogging ataupun berjalan santai adalah aktivitas fisik untuk lansia yang paling disarankan karena praktiknya yang sederhana namun manfaatnya yang luar biasa apabila dilakukan secara rutin. Manfaat melakukan jogging antara lain dapat menjaga kesehatan jantung, membuang kalori, dan meningkatkan stamina tubuh.

2. Bersepeda

Selain jogging, bersepeda juga menjadi jenis olahraga yang disarankan bagi para lansia. Bersepeda memiliki sejumlah manfaat, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga memperkuat tulang, otot, dan sendi-sendi tubuh.  Namun, pastikan untuk mendampingi lansia selama melakukan aktivitas fisik yang satu ini untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan seperti lansia jatuh dari sepeda dan sebagainya. Selain itu, sebaiknya bersepeda dilakukan di sekitar rumah saja agar tidak terlalu jauh. 

3. Berenang

Jika memungkinkan, tidak ada salahnya juga bagi lansia untuk melakukan olahraga renang. Berenang bermanfaat untuk menjaga kesehatan paru-paru, otak, dan jantung. Selain itu, gerakan renang dapat memperkuat otot dan persendian.

4. Dansa

Anda juga bisa mengajak lansia untuk melakukan olahraga dalam bentuk dansa. Berdansa dapat melatih keseimbangan tubuh sekaligus memperkuat otot dan tulang. Ditambah dengan iringan musik yang ceria, aktivitas fisik lansia yang satu ini juga bermanfaat untuk meningkatkan suasana hati lansia yang kerap berubah-ubah atau disebut sebagai sindrom sundowning. 

5. Yoga

Jenis olahraga untuk lansia 50 tahun ke atas yang juga patut dicoba adalah yoga. Manfaat yoga tidak hanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisik, namun juga kesehatan mental. Dengan melakukan yoga secara rutin, para lansia bisa terhindar dari stres maupun depresi yang mana kedua hal tersebut dapat mengganggu kehidupannya sehari-hari. 

6. Tai chi

Tai chi adalah olahraga senam yang berasal dari Tiongkok. Setiap gerakan dalam olahraga ini bermanfaat untuk melatih kelenturan dan kesimbangan tubuh. Itu sebabnya, senam lansia juga disarankan untuk dilakukan.

7. Pilates

Sama seperti Tai chi, pilates juga merupakan olahraga untuk lansia yang bertujuan untuk melatih keseimbangan tubuh. Selain itu, manfaat pilates lainnya seperti untuk menambah kekuatan otot dan meningkatkan stamina.  Akan tetapi, tidak semua lansia bisa melakukan jenis olahraga yang satu ini. Oleh karena itu, sebelum mengajak lansia melakukan pilates, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

Itulah beberapa olahraga lansia yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Olahraga memang penting namun perlu diingat jika dalam melakukannya harus sesuai porsi dan kebutuhannya. Jika memang perlu berdiskusi dengan dokter untuk menentukan olahraga mana yang tepat dan aman, Anda bisa melakukannya melalui SehatQ secara daring.

Selain Lopamid, Obat Ini Juga Bisa Atasi Diare Kronis

Diare merupakan gangguan saluran pencernaan yang sering terjadi dan dapat dirasakan oleh siapa saja. Diare ditandai dengan frekuensi buang air besar yang sering dan dalam bentuk cair tanpa adanya ampas. Penyebab dari diare beraneka ragam, hanya saja infeksi dari virus dan bakteri seringkali jadi penyebab terjadinya diare akut maupun diare kronis. Lopamid menjadi salah satu andalan dalam mengatasi diare kronis.

Diare dapat menyebabkan Anda mengalami dehidrasi sehingga dibutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Anda bisa mengonsumsi obat diare yang terjual bebas di pasaran atau pun berdasarkan resep dokter. Berikut ini beberapa jenis obat yang bisa Anda konsumsi jika mengalami diare kronis, baik dari resep dokter maupun yang bisa dibeli secara bebas.

  1. Loperamide

Salah satu obat diare yang cukup ampuh dan bisa didapatkan di apotek adalah loperamide. Kinerja dari obat ini adalah dengan memperlambat gerak usus sehingga feses yang dihasilkan menjadi lebih padat. Loperamide tidak disarankan untuk dikonsumsi lebih dari 8mg untuk orang dewasa dalam waktu 24 jam. Bentuk dari loperamide berupa cair, tablet kunyah, tablet telan dan juga kapsul.

  1. Bismuth-subsalicylate

Obat diare lainnya bisa Anda dapatkan di apotek dan sangat ampuh dalam mengatasi diare adalah bismuth – subsalicylate. Tujuan dari obat ini adalah menyeimbangkan pergerakan cairan pada sistem pencernaan dan juga menghambat pertumbuhan bakteri yang jadi penyebab diare. Efek samping dari obat ini adalah menghitamnya lidah dan feses. Meski begitu, efek ini jarang terjadi, tetapi bila terjadi pada Anda segera hentikan mengonsumsi obat jenis ini.

  1. Attapulgite

Attapulgite merupakan obat diare yang ampuh dalam mengatasi masalah pencernaan termasuk diare. Cara kerja obat ini adalah dengan menyerap atau mengikat jumlah besar bakteri dan racun yang jadi penyebab diare, mengurangi cairan tubuh yang hilang, mengurangi jumlah buang air besar, meningkatkan konsisten feses, dan juga meredakan kram perut yang terjadi karena diare. Mual, sakit kepala, perut kembung, sembelit ringan dan mulas merupakan efek samping  yang mungkin terjadi akibat mengonsumsi obat ini.

Selain ketiga jenis obat di atas, Anda mungkin membutuhkan antibiotik untuk mengatasi diare yang terjadi karena infeksi parah. Obat antibiotik ini mampu membantu Anda melawan dan menghancurkan pertumbuhan bakteri jahat. Meski begitu, Anda tidak boleh sembarangan dalam mengonsumsi antibiotik. Berikut ini beberapa jenis antibiotik yang dapat Anda konsumsi sesuai dengan resep dokter.

  1. Azythromycin

Azithromycin merupakan antibiotik yang diresepkan oleh dokter untuk mengatasi diare yang disebabkan oleh bakteri Campylobacter jejuni. Antibiotik jenis ini memiliki efek samping seperti nyeri perut, sembelit, mual, muntah hingga perut kembung.

  1. Metronidazole

Antibiotik jenis lain yang dapat mengatasi obat diare adalah Metronidazole. Penggunaan dari antibiotik ini adalah untuk melawan infeksi bakteri yang menyerang lambung atau usus. Biasanya digunakan untuk mengobati diare yang terjadi karena infeksi Clostridium difficile dan diberikan dalam bentuk cair atau tablet.

  1. Ciprofloxacin

Jika Anda mengalami diare parah, maka jenis obat antibiotik yang tepat adalah Ciprofloxacin yang dapat mengatasi diare karena infeksi bakteri. Antibiotik ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri yang jadi penyebab diare. Meski memiliki dampak yang sangat efektif, antibiotik jenis ini memiliki efek samping seperti mual, muntah dan ruam.

Jadi itulah beberapa jenis obat – obatan yang bisa Anda konsumsi selain Lopamid saat sedang mengalami diare kronis. Anda bisa mendapatkannya di apotek terdekat atau pun melalui resep dokter. Jika ingin melakukan konsultasi dengan dokter mengenai obat yang akan dikonsumsi, Anda bisa melakukannya melalui aplikasi kesehatan SehatQ.

Apa Itu PCR dan RT-PCR? Ini Penjelasannya!

Untuk mendeteksi COVID-19 pada tubuh ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Ini bisa berupa Rapid Test Antigen, Rapid Test Antibodi, dan PCR Swab Test. Ketiganya memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri.

Banyak orang yang lebih suka dengan tes antigen karena lebih cepat dan murah, tapi ini tidak seakurat tes PCR yang butuh waktu dan biaya yang lebih. Meski sudah terdengar ramah di telinga, Anda mungkin masih bingung dengan ketiga tes tersebut.

Belum lagi ada istilah RT-PCR yang kini juga banyak bermunculan. Dalam artikel ini, SehatQ akan menjelaskan tentang apa itu PCR, apa itu RT-PCR, serta apa itu tes PCR.

Apa itu PCR?

Polymerase chain reaction (PCR), dikutip dari Britannica, adalah teknik yang digunakan untuk membuat banyak salinan dari segmen tertentu DNA dengan cepat dan akurat. PCR memungkinkan peneliti untuk mendapatkan sejumlah besar DNA yang diperlukan untuk berbagai eksperimen dan prosedur dalam biologi molekuler, analisis forensik, biologi evolusioner, dan diagnosa medis.

PCR dikembangkan pada tahun 1983 dan menjadi penemuan paling bermanfaat untuk biologi molekuler. Sebelum ditemukannya mesin PCR, metode yang digunakan untuk memperkuat, atau menghasilkan salinan, fragmen DNA rekombinan memakan waktu yang lama, kini hanya dalam waktu beberapa jam, sudah miliaran salinan fragmen DNA yang dihasilkan.

Apa kegunaan PCR?

PCR berguna untuk mendiagnosis penyakit genetik dan untuk mendeteksi infeksi virus tingkat rendah, seperti pada AIDS dan COVID-19. Dalam kedokteran forensik, ini digunakan untuk menganalisis jejak darah dan jaringan lain yang sangat kecil,seperti untuk mengidentifikasi donor dengan “sidik jari” genetiknya. 

Teknik ini juga telah digunakan untuk mengamplifikasi fragmen DNA yang ditemukan dalam jaringan yang diawetkan. 

Apa itu RT-PCR?

PCR bekerja dengan menyalin, menguatkan, mengamplifikasi DNA yang adalah materi genetik yang berisi instruksi dan informasi untuk semua makhluk hidup. Namun, dalam beberapa kasus, virus atau patogen ada yang memiliki DNA, ada pula yang memiliki RNA seperti pada COVID-19, yang ditemukan adalah RNA.

RNA (Ribonucleic acid) sendiri adalah molekul yang mirip dengan DNA tetapi merupakan untai tunggal. RNA berisi informasi yang telah disalin dari DNA dan terlibat dalam pembuatan protein.

Karena PCR digunakan untuk menyalin DNA, maka patogen yang terdiri dari RNA harus diubah dahulu menjadi DNA, baru dapat disalin dan mendeteksi adanya kelainan genetic atau virus. Proses pengubahan itulah yang dinaman RT-PCR atau Reverse Transcription PCR.

Apa itu tes PCR?

Tes PCR adalah tes untuk mendeteksi materi genetik dari organisme tertentu, seperti virus. Tes ini juga dapat mendeteksi fragmen virus bahkan setelah tubuh tidak lagi terinfeksi. Ini juga cara yang cepat dan sangat akurat untuk mendiagnosis penyakit menular tertentu dan perubahan genetik. 

Tes bekerja dengan menemukan DNA atau RNA patogen, organisme penyebab penyakit atau sel abnormal dalam sampel dan mampu menemukan bukti penyakit pada tahap awal infeksi. Tak hanya memeriksa keberadaan patogen, tes PCR juga memiliki beberapa jenis lainnya.

Tes tersebut termasuk tes PCR kuantitatif (qPCR) untuk mengukur jumlah patogen dalam sampel dan dapat dilakukan bersamaan dengan tes PCR atau rtPCR.

Bagaimana tes PCR bekerja?

Ada beberapa langkah bagaimana tes PCR bekerja, ini termasuk:

  • Mengambil sampel darah, air liur, lendir, atau jaringan

Sampel darah diambil dari vena di lengan Anda menggunakan jarum kecil. Sampel lendir diambil dengan cara usap/swab hidung dari bagian depan hidung Anda (anterior nares) atau dari bagian belakang lubang hidung Anda. 

  • Sampel akan berisi DNA Anda sendiri dan mungkin DNA patogen atau sel kanker

Sampel yang ada lalu diberikan kepada para ilmuwan di laboratorium, lalu mereka mengisolasi (mengekstrak) materi genetik dari sisa materi dalam sampel. Sampel tersebut bisa terdiri dari DNA sendiri yang ada dalam tubuh atau DNA lain dari patogen atau sel kanker.

  • Proses penyalinan dalam mesin dengan enzim polymerase 

Setelahnya sampel akan dimasukkan ke dalam mesin PCR dan ditambahkan enzim polymerase untuk menghasilkan salinan DNA. Di proses ini DNA akan mengalami siklus pemanasan dan pendinginan untuk penyalinan.

  • Proses penyalinan diulang beberapa kali dan menghasilkan miliaran salinan dan deteksi patogen 

Proses penyalinan DNA dilakukan selama 20 hingga 40 kali dengan durasi beberapa jam atau bahkan kurang dari satu jam dan menghasilkan miliaran salinan DNA. Pada proses ini virus atau patogen akan terlihat. Jika ada virus atau patogen, mesin akan langsung menunjukkannya. 

Kini pertanyaan apa itu PCR sudah bisa terjawab, PCR adalah sebuah teknik yang digunakan untuk menyalin, mengimplifikasi, atau menguatkan DNA menjadi miliaran salinan yang dapat digunakan dalam berbagai analisis atau diagnostik di laboratorium terkait dengan kondisi tertentu, seperti mendeteksi virus SARS-CoV-2.

Anda bisa menemukan lebih banyak informasi mengenai apa itu PCR, tes PCR, serta beragam promo tes PCR menarik di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Play Store.

Layanan Medical Checkup di Reilab Medical Center

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala adalah penting untuk mengetahui kondisi terkini tubuh, sehingga bila terdapat risiko penyakit tertentu atau bahkan telah terdiagnosa penyakit tertentu dapat segera diambil tindakan.

Kini sudah banyak laboratorium klinik di Indonesia yang menyediakan layanan medical checkup. Bahkan beberapa bekerja dengan perusahaan tertentu untuk menyediakan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi karyawan.

Salah satu laboratorium klinik yang menyediakan layanan medical checkup adalah Reilab Medical Center yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan. Berikut layanan yang tersedia di Reilab Medical Center.

Layanan laboratorium di Reilab Medical Center

Layanan laboratorium adalah pemeriksaan kesehatan yang menggunakan sampel darah, urin, atau jaringan tubuh dan dianalisis untuk melihat apakah hasil Anda berada dalam kisaran normal. 

Pemeriksaan laboratorium juga dapat digunakan untuk membandingkan hasil terkini dengan hasil tes sebelumnya, serta membantu dokter dalam mendiagnosis kondisi medis, merencanakan atau mengevaluasi perawatan, dan memantau penyakit.

Layanan laboratorium yang tersedia di Reilab Medical Center, antara lain:

  • Tes Kolesterol

Tes kolesterol adalah tes darah yang mengukur jumlah setiap jenis kolesterol dan lemak tertentu dalam darah Anda dan memberikan informasi penting kepada penyedia layanan kesehatan Anda tentang kadar kolesterol dalam darah Anda. Sehingga bila terjadi kelebihan kadar kolesterol yang tak baik bagi tubuh, akan dapat langsung dipertimbangkan langkah apa yang akan diambil selanjutnya. 

  • Pemeriksaan Hepatitis

Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui apakah Anda memiliki infeksi virus hepatitis, baik A, B, atau C yang mencakup tes untuk antibodi dan antigen hepatitis.

  • Fungsi Ginjal

Tes fungsi ginjal dalam laboratorium adalah pengambilan sampel darah dan urin untuk memeriksa seberapa baik ginjal melakukan tugasnya dan seberapa cepat limbah tubuh dikeluarkan. Ini juga dapat mendeteksi apakah ginjal mengalami kebocoran protein dalam jumlah yang tidak normal, yang merupakan tanda kerusakan ginjal.

  • Fungsi Hati

Tes fungsi hati juga mengambil sampel darah yang selanjutnya diperiksa dan hasilnya akan digunakan untuk membantu mendiagnosis dan memantau penyakit atau kerusakan hati, dan mengukur kadar enzim dan protein tertentu dalam darah Anda.

Selain itu, tes ini juga dapat mengukur seberapa baik hati melakukan fungsi normalnya dalam memproduksi protein dan membersihkan bilirubin, serta mengukur enzim yang dilepaskan sel hati sebagai respons terhadap kerusakan atau penyakit.

  • Tes Urine

Tes urine merupakan salah satu tes yang biasanya digunakan dokter untuk memeriksa tanda-tanda kondisi umum atau penyakit, seperti penyakit ginjal, penyakit hati, dan diabetes.

  • Tes Darah

Sama dengan tes urine, tes darah juga dapat memeriksa tanda-tanda penyakit, sekaligus melihat apakah ada kelainan atau gangguan pada darah. 

  • Tes Golongan Darah

Tes golongan darah adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui tipe golongan darah Anda. Ini juga akan memudahkan jika nantinya membutuhkan transfusi darah atau ingin mendonorkan darah.

  • Tes Tekanan Darah

Tes ini merupakan cara sederhana untuk untuk mengetahui apakah tekanan darah Anda terlalu tinggi atau terlalu rendah, ini bisa menunjukkan juga kondisi kesehatan Anda. Di mana bila hasil menunjukkan tekanan darah Anda tinggi yang berarti dapat meningkatkan risiko Anda terkena masalah serius seperti serangan jantung  dan stroke, maka itu perlu penanganan khusus segera.

Layanan penunjang diagnostik di Reilab Medical Center

Layanan penunjang diagnostik adalah 

  • X-ray

X-ray atau biasa juga dikenal dengan rontgen adalah pemeriksaan penunjang diagnostik yang memberi gambaran berupa hitam putih dari bagian tubuh dan jaringan sekitarnya yang disinari sinar X. Ini biasa digunakan untuk melihat tulang yang patah atau pun mendeteksi pneumonia.

  • Elektrokardiogram (EKG)

EKG merupakan prosedur sederhana yang dapat bermanfaat untuk memantai atau menemukan kelainan jantung, seperti aritmia, arteri yang tersumbat, gagal jantung, dan serangan jantung.

  • Spirometri

Tes ini biasanya membantu dokter untuk mengukur seberapa baik fungsi paru-paru Anda, dengan bekerja mengukur aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru Anda.

  • Audiometri

Pemeriksaan penunjang diagnosis ini berhubungan dengan indra pendengar, di mana untuk menguji seberapa baik fungsi pendengaran Anda, serta menguji intensitas dan nada suara, masalah keseimbangan, dan masalah lain yang terkait dengan fungsi telinga bagian dalam.

Reilab Medical Center menjadi salah satu laboratorium klinik di daerah Serpong, Tangerang yang dapat membantu Anda dalam memeriksa kesehatan Anda. Ada berbagai panel kesehatan yang tersedia, baik laboratorium maupun penunjang diagnostik.

Reilab Medical Center juga telah menyediakan tes covid baik on site maupun home service. Anda bisa melihat berbagai informasi lainnya mengenai Reilab Medical Center di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa melihat jadwal praktik dokter di aplikasi ini. Download aplikasinya di App Store atau Play Store.

Harga Bisolvon Extra Mahal? Ini Cara Alami Mengatasinya!

Mengalami batuk berdahak memang tidak menyenangkan karena dapat menganggu aktivitas harian sehingga Bisolvon Extra sangat perlu untuk Anda minum. Namun sebelum itu, Anda perlu mengetahui harga Bisolvon Extra batuk produksi Sanofi yang berada di kisaran Rp 39.000-an untuk ukuran 60 ml.

Harga tersebut kemungkinan bisa tidak terjangkau mengingat obat batuk Bisolvon ini tergolong obat bebas terbatas sehingga pemakaiannya juga harus sesuai anjuran karena efek samping yang dihasilkan.

Jika demikian, Anda bisa menggunakan cara-cara lain untuk mengatasi batuk berdahak, dan juga tanpa efek samping. Berikut caranya!

Konsumsi madu

Madu merupakan bahan alami yang dapat mengatasi batuk berdahak secara efektif, dan diminum sebelum tidur supaya hasilnya maksimal.

Madu ini bisa Anda konsumsi langsung atau dicampurkan ke dalam minuman seperti teh dan teh herbal lalu minumlah sebanyak 2 kali sehari.

Konsumsi jahe

Jahe merupakan tanaman obat yang dapat meredakan batuk berdahak karena kandungan anti peradangannya yang dapat merelaksasi membran saluran pernapasan.

Untuk bisa mendapatkan manfaatnya, Anda bisa menjadikan jahe ini sebagai minuman yang dicampur dengan teh lalu tambahkan madu dan lemon supaya efektif mengatasi batuk.

Nanas

Buah tropis yang satu ini kerap dimanfaatkan sebagai salah satu buah untuk memperlancar pencernaan.

Namun, buah yang berasal dari Brasil ini juga ternyata mampu mengatasi batuk berdahak karena terdapat enzim Bromelain yang mampu mengatasi peradangan dan dapat menyingkirkan dahak dari tubuh.

Anda bisa mendapatkan nanas ini dengan cara dimakan langsung atau dijadikan jus buah yang rasanya segar.

Nanas juga ternasuk buah dengan harga yang murah, dan bisa Anda pertimbangkan untuk menggantikan Bisolvon Extra.

Thyme

Thyme adalah salah satu bumbu dapur yang juga dapat Anda manfaatkan sebagai obat alami untuk mengatasi batuk berdahak.

Selain batuk berdahak, Thyme juga dapat mengatasi masalah pencernaan, sakit tenggorokan, dan bronkitis.

Anda bisa menjadikannya sebagai teh Thyme untuk mendapatkan khasiat bumbu dapur ini, dengan cara diseduh setelahnya tunggu 10 menit untuk kemudian disaring dan diminum.

Berkumur dengan air garam

Ini merupakan cara yang cukup sederhana karena Anda hanya perlu mencampurkan air hangat dan garam dalam satu gelas lalu dikumur-kumur saat sudah dingin.

Larutan air garam ini dipercaya mampu mengurangi dahak dan produksi lendir di bagian belakang tenggorokan.

Menghirup uap

Anda juga bisa mengatasi batuk berdahak dengan cara menghirup uap dari air panas. Caranya bisa dilakukan saat mandi air hangat.

Cara lainnya adalah duduk di depan baskom yang sudah diisi oleh air panas lalu dekatkan kepala Anda pada uap dan letakkan handuk di atas kepala.

Supaya mendapatkan aroma yang menyegarkan, Anda bisa menuangkan minyak esensial yang memberikan efek relaksasi.

Minum yang cukup

Terakhir, Anda bisa menggunakan cara mengatasi batuk berdahak dengan memperbanyak cairan di dalam tubuh agar tidak tidak terkena dehidrasi.

Tubuh yang cukup cairan akan cepat sembuh dari penyakit karena cairan tersebut yang dapat mencairkan dahak atau lendir.

Untuk cairan ini Anda disarankan meminum air putih hangat yang terbukti lebih efektif mengatasi batuk berdahak.

Namun jika Anda tidak menginginkan air putih atau bosan, Anda bisa mencoba cairan lain seperti sup ayam hangat, teh herbal, dan teh tanpa gula.

Beberapa minuman tersebut tentunya mempunyai harga yang murah daripada obat batuk Bisolvon Extra, dan bebas dari efek samping.