5 Mitos Orang Kidal yang Tak Perlu Dipercaya

Sejak kecil, anak-anak umumnya diajarkan untuk makan, menulis, dan melakukan banyak aktivitas lain dengan tangan kanan. Tentu saja ini akan terbawa hingga dewasa. Akan tetapi, tidak jarang pula ada yang meski sudah diajarkan untuk melakukan kegiatan dengan tangan kanan, tetap lebih nyaman menggunakan tangan kiri, alias orang kidal.

Orang kidal sendiri memang dianggap langka. Apalagi karena menurut American Psychological Association, hanya terdapat 10% orang kidal di tengah populasi manusia. Ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Meski riset tentang penyebab pasti dari kidalnya seseorang juga belum banyak ditemukan, ada beberapa mitos yang terlanjur tersebar bahkan dipercayai banyak orang.

Orang Kidal Lebih Kreatif

Mitos ini muncul akibat adanya studi yang mengungkapkan bahwa orang otak bagian kiri memiliki kontrol atas tubuh bagian kanan. Sehingga muncul mitos bahwa orang kidal akan lebih banyak menggunakan otak bagian kanan, yang juga berperan penting terhadap kreativitas. Padahal, menurut sebuah penelitian, berbagai riset yang berusaha membuktikan argumen tersebut masih sangat lemah.

Meski begitu, terdapat pula fakta yang mengungkapkan bahwa orang-orang yang menggunakan tangan kanan mengandalkan otak belahan kiri untuk memproses bahasa. Sementara, bagi orang kidal, penggunaan otak kiri untuk bahasa hanya sebesar 70%. Sayangnya, alasan bagi pernyataan ini belum ditemukan.

Sehingga, mitos bahwa orang kidal lebih kreatif tidaklah benar dan hanya dilontarkan tanpa basis penelitian dan data yang jelas.

Orang Kidal Lebih Rentan Terkena Penyakit Imun dan Hidup Lebih Singkat

Pernyataan bahwa orang kidal berusia lebih singkat dibanding orang yang dominan tangan kanan muncul akibat sebuah studi yang dilakukan Diane Halpern dan Stanley Coren di tahun 1988 yang berjudul “Do right-handers live longer?”. Sementara itu, ada juga yang mempopulerkan mitos bahwa orang kidal lebih singkat usianya.

Padahal, masalah penyakit imun dan usia kehidupan bukan ditentukan dari penggunaan tangan. Pernyataan ini juga dibantah oleh Chris McManus dan Phil Byrden yang menganalisa data dari 89 riset dan mengungkapkan bahwa orang kidal tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan sistem imun.

Orang Kidal Cenderung Introvert

Orang kidal juga disebut-sebut memiliki kepribadian yang introvert dibanding mereka yang menggunakan tangan kanan. Namun, ini merupakan mitos karena sebuah studi menemukan bahwa tidak ada perbedaan kepribadian pada orang-orang pengguna tangan kanan dan orang kidal.

Stereotip ini tidak didasarkan data empiris dan penggunaan tangan yang dominan tidak bisa serta merta menentukan kepribadian seseorang.

Orang Kidal Lebih Mungkin Menjadi Pemimpin Dibanding yang Tidak

Pernyataan ini lahir dari cocoklogi yang dilakukan oleh orang Amerika setelah melihat sejarah presiden-presiden negara adidaya tersebut. 6 dari 12 mantan presiden Amerika memang orang kidal, namun, penggunaan tangan bukanlah kualifikasi yang valid untuk menjadi pemimpin.

Mitos ini bahkan dibantah oleh Elizabeth Ochoa, seorang pakar psikolog asal Amerika. Ia menyebutkan bahwa argumen ini hanya didasarkan dari perkiraan setelah melihat beberapa fenomena pemimpin yang memiliki tangan kidal. Padahal, orang yang dominan tangan kanan pun sama-sama punya kesempatan dan kemampuan untuk menjadi pemimpin.

Orang Kidal Cenderung Lebih Cerdas

Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia ini dibangun dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan mayoritas orang, yakni mereka yang lebih dominan menggunakan tangan kanan. Sehingga, orang kidal perlu lebih kreatif dan memutar otak mereka untuk bisa beradaptasi di tengah-tengah masyarakat. Tak heran jika ada mitos bahwa orang kidal lebih cerdas dibanding mereka yang menggunakan tangan kanan.

Sayangnya, ini hanyalah mitos belaka. Pasalnya, sebuah penelitian menemukan bahwa tidak ada korelasi antara kemampuan berpikir seseorang dengan penggunaan tangan dominan, baik itu untuk kecerdasan intelektual maupun kognitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *