5 Pilihan Obat Mual dan Muntah Pasca Kemoterapi

Bagi pasien kanker, kemoterapi merupakan salah satu cara untuk menghentikan penyebaran sel kanker sekaligus menghilangkannya dari tubuh. Namun, obat untuk terapi kemoterapi sangatlah kuat sehingga seringkali menghasilkan efek samping fisik, biologis, dan psikis, salah satunya adalah mual dan muntah. 

Mual dan muntah akibat kemoterapi yang tidak ditangani tentunya akan memperlambat proses penyembuhan. Karena itu dokter juga akan meresepkan obat mual dan muntah untuk mengurangi efek samping tersebut. 

Kapan Mual dan Muntah Terjadi Setelah Kemoterapi?

Mual dan muntah pasca kemoterapi terbagi menjadi tiga macam berdasarkan waktu terjadinya, yaitu:

  • Akut: Mual dan muntah terjadi dalam waktu 24 jam pertama setelah menerima kemoterapi. Puncak terjadinya adalah 5-6 jam setelah pemberian.
  • Lambat: Mual dan muntah terjadi setelah 24 jam pemberian kemoterapi, dan bertahan selama 5-7 hari.
  • Antisipatori: Mual dan muntah terjadi sebelum pemberian kemoterapi.

Rekomendasi Obat Mual dan Muntah di Apotek

Berikut ini beberapa obat mual dan muntah untuk pasien kemoterapi yang bisa ditemukan di apotek:

  1. Ondesco Tablet

Ondesco merupakan obat tablet khusus untuk mencegah serta mengatasi mual dan muntah yang disebabkan oleh pembedahan dan terapi kanker seperti radiasi dan kemoterapi. Obat mual dan muntah ini mengandung zat aktif ondansetron, obat yang termasuk dalam kelas antagonis reseptor serotonin 5-HT3. 

Ondesco bisa dikonsumsi oleh anak usia 4-11 tahun dan orang dewasa dengan dosis yang disarankan dokter. 

  1. Vesperum Tablet

Vesperum mengandung bahan aktif domperidone yang berfungsi meningkatkan kontraksi usus dan lambung, juga bisa digunakan untuk mengobati mual dan muntah akut akibat konsumsi obat-obatan dan terapi kanker. 

Veperum Tablet merupakan obat keras yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. 

  1. Damaben Drop

Damaben Drop merupakan obat sirup dengan kandungan metoklopramid hidroklorida. Metoklopramid hidroklorida diindikasikan untuk mengatasi beberapa masalah pencernaan, termasuk maag kronis, dan sembelit pada pasien diabetes. Metoklopramid hidroklorida juga dapat digunakan sebagai obat mual dan muntak akibat kemoterapi atau radiasi.

  1. Tilidon Tablet

Tilidon mengandung domperidone yang bekerja dengan cara memblokir reseptor dopamin di bagian otak untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut, mual, dan muntah. 

Tilidon Tablet diindikasikan untuk mengatasi mual dan muntah akut, yang disebabkan oleh konsumsi obat levodopa dan bromokripitin, mual dan muntah akibat kemoterapi atau radiasi, serta mengobati gejala dispepsia tanpa luka. 

  1. Lexapram Tablet

Lexapram mengandung zat aktif metoklopramid yang berkasiat untuk mencegah mual dan muntah akibat migrain, setelah operasi, serta kemoterapi atau radiasi. Selain sebagai obat mual dan muntah, Lexapram juga bisa digunakan untuk mengatasi heartburn

Tips untuk Meredakan Mual dan Muntah Pasca Kemoterapi

Selain mengonsumsi obat mual dan muntah, ketidaknyamanan pada perut yang disebabkan kemoterapi juga bisa diatasi dengan cara berikut ini:

  • Mengonsumsi rempah atau herbal sebelum menjalani kemoterapi, seperti minuman jahe, teh chamomile, peppermint, dan rosewood.
  • Melakukan terapi biopsikobehavioral untuk membuat fisik dan mental lebih rileks sehingga mengurangi mual dan muntah.
  • Makan makanan yang disukai dalam porsi kecil namun sering. 
  • Dengarkan musik lembut untuk membuat tubuh lebih rileks.
  • Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan.
  • Akupuntur atau akupresur.

Catatan

Mengombinasikan perawatan alami dengan mengonsumsi obat mual dan muntah akan menghasilkan efek yang lebih optimal daripada hanya mengandalkan salah satu cara saja. Pastikan untuk mengonsumsi obat mual yang diresepkan dokter secara teratur sesuai dengan dosis yang dianjurkan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *