4 Kandungan Obat yang Dapat Meredakan Mual Saat Haid

Rasa mual dan ingin muntah saat haid sering terjadi pada sebagian wanita. Hal ini tidak menunjukkan sesuatu yang berbahaya karena normal terjadi, dikarenakan adanya perubahan hormon pada tubuh. 

Terdapat beberapa kondisi sehingga Anda merasakan mual saat haid. Beberapa penyebab rasa mual yang paling umum, seperti:

  • Dismenore, atau yang lebih dikenal dengan nyeri haid. Adanya dismenore ini ditandai dengan adanya rasa kram di perut bagian bawah.
  • Perubahan hormon saat PMS. Pada masa ini, tubuh wanita melepaskan hormon prostaglandin yang berguna merangsang kontraksi lapisan rahim. Namun, sisa hormon tersebut masuk ke dalam aliran darah sehingga terjadilah mual saat haid, sakit kepala, dan lainnya.
  • Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), ini adalah bentuk dari PMS yang lebih parah. Pada saat mengalami PMDD terjadi penurunan hormon serotonin, dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon sehingga terjadilah perubahan emosional, kram hingga mual.
  • Endometriosis, adanya pertumbuhan dinding rahim di luar rongga rahim. Mual saat haid  dan nyeri yang dirasakan dikarenakan endometriosis juga menebal dan meluruh selama masa haid tetapi tidak memiliki jalan keluar.

Dengan adanya rasa mual saat haid setiap kalinya, tentunya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sehingga, Anda perlu menemukan cara mengatasi rasa mual saat haid, salah satunya dengan memilih obat dengan kandungan yang tepat.

Jenis Obat yang Mengatasi Mual

Berikut ini beberapa jenis obat yang dapat Anda pilih untuk meredakan rasa mual saat haid dan nyeri yang dirasakan saat haid. Pilihlah obat yang sesuai dengan gejalanya, dan jangan lupa untuk mengonsultasikan ke dokter sebelum meminumnya.

1. Obat Antimual

Pilihan pertama Anda dapat mengonsumsi obat yang termasuk ke dalam jenis antimual, seperti Domperidone. Domperidone bekerja dengan mempercepat proses saluran pencernaan, sehingga akan mengurangi rasa mual yang terjadi.

Beberapa merk dagang domperidone, yakni Domperidone Maleate, Vomitas, Domeran, Vidon, dll. Sebelum mengonsumsi obat ini, Anda harus menyesuaikan dosis dengan usia dan kondisi yang dialami.

2. Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)

NSAID adalah kelompok obat yang bekerja mengurangi peradangan. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi prostaglandin (hormon yang memicu kontraksi rahim) pada saat haid, sehingga dapat meredakan nyeri dan menurunkan demam.

Beberapa jenis dan merk obat antiinflamasi yang dapat Anda pilih:

  • Ibuprofen : Bimacyl, Aknil, Anafen, Arbupon, Arfen, dll
  • Asam mefenamat : Allogon, Analspec, Anasten Forte, Asam Mefenamat, dll
  • Aspirin : Aspirin, Cardio aspirin, Farmasal, dll
  • Naproxen : Xenifar, Alif 500
  • Piroxicam : Scandene, Faldene

3. Vitamin B6

Fungsi utama dari vitamin B6 adalah memelihara kerja saraf, mengatur jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh melalui sel darah merah, dan juga mengatur kadar hormon.

Dengan manfaat yang terkandung di dalamnya, maka vitamin B6 dapat dijadikan obat saat masa menstruasi. Pada saat mengalami menstruasi, wanita akan mengalami beberapa masalah, mulai dari perubahan mood hingga segala macam sakit datang bulan, seperti mual, kram, kelelahan, dan lainnya.

Anda dapat mengonsumsi vitamin B6 ini secara teratur, terutama pada 10 hari sebelum menstruasi. Merk vitamin B6 yang dapat Anda beli, yakni Liconam-10, Pyridoxine, LIPI Vitamin B kompleks, Blackmores.

4. Antibiotik 

Jika mual saat haid disebabkan oleh nyeri panggul, Anda dapat mengonsumsi antibiotik sebagai penanganannya. Sebelum memilih antibiotik Anda sebaiknya mengonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu agar disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda. 

Namun, jika ragu dengan mengonsumsi obat antibiotik Anda dapat menyembuhkan mual saat haid dengan minuman antibiotik tradisional, seperti madu, jahe, kayu manis, dan lainnya.

Itulah beberapa kandungan obat yang bisa Anda pilih ketika sedang mengalami mual pada saat menstruasi. Rasa mual yang dirasakan memang normin dan sering terjadi karena adanya perubahan hormon pada tubuh. Namun, jangan lupa untuk mengonsultasikan ke dokter bila mual yang Anda rasakan tak kunjung reda selama 2–3 hari, hingga mengalami muntah yang banyak dan semakin parah.

Berikut Ini Manfaat dan Kegunaan Cendo Genta Bagi Tubuh

Bagi Anda yang pernah terkena infeksi bakteri pasti tidak asing dengan obat Cendo Genta. Cendo Genta merupakan obat yang biasa digunakan untuk membantu mengatasi infeksi bakteri khususnya pada area mata dan telinga. Obat ini tersedia dalam beberapa pilihan seperti injeksi, tetes, infus, krim dan juga salep.

Cendo Genta Tetes Mata 1% 5 ml  harga terbaik

Cendo genta termasuk dalam golongan antibiotika aminoglikosida yang penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter. Obat resep ini biasa digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri serius. Dosis dan cara pemakaian harus disesuaikan dengan aturan dan anjuran dokter karena masing-masing pasien memiliki dosis yang berbeda tergantung tingkat keparahannya.

Indikasi, Manfaat dan Kegunaan Cendo Genta

Obat ini diindikasikan untuk membunuh dan mencegah pertumbuhan bakteri sehingga infeksi bisa sembuh dengan lebih cepat. Beberapa kondisi yang disebabkan oleh infeksi bakteri antara lain:

  • Septikemia dan sepsis pada neonatus
  • Meningitis atau infeksi sistem saraf pusat
  • Infeksi bilier
  • Endokarditis yang disebabkan oleh Streptococcus viridans dan streptococcus faecalis
  • Pielonefritis dan prostatitis akut
  • Pneumonia nosokomial
  • Terapi tambahan pada meningitis karena listeria

Cendo genta merupakan obat yang dibuat untuk membantu mengatasi infeksi khususnya pada area mata dan telinga. Obat jenis ini hanya boleh digunakan di luar kulit sedangkan untuk jenis injeksi harus dengan penanganan tenaga medis yang ahli. 

Efek Samping Penggunaan Cendo Genta

Secara umum penggunaan obat ini sebenarnya jarang sekali menyebabkan efek samping. Akan tetapi Anda tetap harus waspada dengan beberapa efek samping yang mungkin timbul seperti:

  • Demam 
  • Diare
  • Mudah lelah
  • Mulut terasa kering
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada persendian
  • Nafsu makan menurun
  • Kesulitan bernapas
  • Sulit menelan
  • Kejang
  • Pingsan
  • Gangguan pada ginjal
  • Gangguan pada penglihatan
  • Gangguan pada pendengaran
  • Mudah berdarah atau memar

Jika menemukan gejala di atas setelah penggunaan obat tersebut, ada baiknya segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Hal ini juga untuk menghindari reaksi alergi pada obat Cendo Genta.

Perhatian Sebelum Menggunakan Cendo Genta

Cendo genta merupakan obat yang penggunaannya harus dengan resep dokter karena mengandung antibiotik. Oleh karena itu, sebelum menggunakan Cendo Genta, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Pastikan tidak memiliki alergi terhadap antibiotik golongan aminoglikosida seperti amikasin, kanamisin, neomisin, paromomisin, streptomisin, dan tobramycin.
  • Beritahu petugas medis jika memiliki riwayat penyakit ginjal, asma, gangguan saraf otot, ketidakseimbangan elektrolit, myasthenia gravis dan penyakit Parkinson.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda ingin melakukan vaksinasi atau imunisasi sebelum menggunakan obat ini
  • Informasikan dokter jika Anda sedang hamil atau menyusui
  • Hindari mengemudi setelah menggunakan obat gentamicin mata
  • Jika mengalami gejala atau reaksi alergi dan overdosis setelah penggunaan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Perlu diketahui, obat Cendo Genta juga bisa menimbulkan reaksi interaksi dengan beberapa jenis obat jika digunakan secara bersamaan. Salah satunya seperti meningkatkan resiko gangguan ginjal jika digunakan secara bersamaan dengan cisplatin, diuretic loop, amphotericin B, dan obat golongan ciclosporin.

Karena termasuk obat dalam golongan antibiotika aminoglikosida, penggunaan Cendo genta harus dengan resep dan anjuran dokter. Selain itu pastikan juga penggunaan obat ini sesuai dengan dosis dan cara pemakaian yang benar untuk mengurangi adanya efek samping yang muncul setelah pemakaian obat.

Dapatkan Paket Isolasi Mandiri Exclusive di Pondok Indah Medical Centre

Pondok Indah Medical Centre kini menyediakan layanan kesehatan berupa paket Isolasi Mandiri Exclusive. Isolasi mandiri dilakukan agar pasien yang positif covid-19 tanpa gejala dapat meminimalisir penyebaran virus.  

Apa saja layanan yang diberikan oleh Pondok Indah Medical Centre pada paket Isolasi Mandiri Exclusive?

1. Telekonsul dengan spesialis selama 14 hari

2. 1x Tes PCR, serta Lab Test (Pemeriksaan darah rutin dan D-Dimer)

3. Surat keterangan bebas covid-19 pasca 14 hari

4. Tas berupa goody bag

Siapa saja orang yang disarankan untuk melakukan Isolasi mandiri di Pondok Indah Medical Centre:

– Pasien yang terkonfirmasi covid-19 tapi tidak mengalami gejala (OTG), ataupun hanya bergejala ringan seperti demam, flu batuk, nyeri tenggorokan. 

– Pasien covid-19 tanpa penyakit penyerta lainnya seperti penyakit jantung, diabetes, paru, kanker, autoimun.

– Kontak erat dengan pasien  positif covid-19

– Orang dengan hasil positif pada pemeriksaan tes antigen (swab ataupun rapid)

– Orang yang baru selesai melakukan perjalanan baik dalam maupun luar negri 

Mengapa Anda dianjurkan untuk menggunakan pelayanan kesehatan Isolasi Mandiri Exclusive di Pondok Indah Medical Centre:

Isolasi mandiri dilakukan agar penyebaran virus dari pasien covid-19 tanpa gejala dapat diminimalisir. Sebab, orang tanpa gejala (OTG) akan tetap sangat mudah menularkan virus yang dideritanya pada orang lain. Dengan melakukan Isoman setidaknya penyebaran virus dapat bisa sedikit dicegah dan di minimalisir.

Lalu apa saja hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan Isolasi mandiri?

Sebelum memulai Isolasi mandiri, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar kegiatan Isolasi mandiri berjalan efektif.  Beberapa diantaranya adalah: 

– Perhatikan seluruh gejala yang dirasakan dan informasikan seluruh gejala pada petugas dan tim medis dengan jelas dan rinci

– Beritahu kapan gejala mulai terjadi atau tanggal konfirmasi positif covid-19 diberikan pada Anda

– Berikan informasi pada tim medis tentang seluruh obat atau suplemen yang sedang Anda konsumsi. Tim medis nantinya akan memberikan obat covid untuk isolasi mandiri yang sesuai.

– Tetap terapkan protokol kesehatan dengan ketat selama melakukan Isolasi mandiri

Informasi pemeriksaan paket Isoman di Pondok Indah Medical Centre:

– Paket Isolasi Mandiri Exclusive di Pondok Indah Medical Centre dikenakan biaya sebesar Rp 4.500.000 

– Pasien harus melakukan pemesanan terlebih dahulu untuk mendapatkan slot pemeriksaan di Indah Medical Centre

– Hanya berlaku untuk pembayaran pribadi (Tunai, debit, atau Kartu Kredit)

– Waktu pemeriksaan di Pondok Indah Medical Centre dilakukan pada hari Senin – Sabtu pukul 07.00 – 21.00 WIB, dan tutup pada hari libur nasional.

Anda  bisa langsung melakukan reservasi atau datang ke Pondok Indah Medical Centre yang berada di Jl. Sekolah Kencana IV A No. 8A, Jakarta Selatan untuk mendapat layanan kesehatan Isolasi Mandiri Exclusive.

Cara Menghadapi Stres Saat Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 seperti saat ini tentu membuat perubahan yang banyak pada kehidupan kita. Selain dirundung ketakutan dan kecemasan, pandemi COVID-19 juga berdampak pada ekonomi banyak orang. Tak jarang, banyak orang yang menjadi stres saat pandemi COVID-19. Padahal, stres justru bisa menimbulkan kemampuan kekebalan tubuh jadi menurun. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui cara menghadapi stres saat pandemi COVID-19, agar bisa lebih produktif dan kekebalan tubuh tetap terjaga.

Belajar mengetahui cara menghadapi stres juga merupakan suatu langkah yang tepat yang dapat membuat Anda, orang-orang yang Anda sayangi, dan orang-orang di sekitar Anda menjadi lebih tangguh. Perlu Anda ketahui, stres justru dapat menyebabkan hal-hal sebagai berikut.

  • Timbulnya perasaan takut, marah, sedih, frustasi, khawatir, hingga mati rasa.
  • Terjadi perubahan pada nafsu makan, tingkat energi, keinginan, dan minat.
  • Sulit untuk berkonsentrasi dan membuat suatu keputusan penting.
  • Sulit mendapatkan istirahat yang berkualitas, bahkan sering mimpi buruk.
  • Menimbulkan reaksi fisik, seperti sakit kepala, nyeri tubuh, masalah perut, hingga ruam pada kulit.
  • Memburuknya masalah kesehatan kronis.
  • Menurunnya kondisi kesehatan mental.
  • Memicu peningkatan penggunaan tembakau, alkohol, dan zat adiktif lainnya.

Wajar jika Anda merasa stres, cemas, sedih, dan khawatir selama pandemi COVID-19. Oleh karena itu, simak cara menghadapi stres saat pandemi berikut ini.

1. Beristirahat atau Berhenti dari Menonton, Membaca, atau Mendengarkan Berita

Berita mengenai COVID-19 memang sering ditayangkan di mana-mana, termasuk di media sosial. Memang memberikan informasi adalah hal yang penting untuk dilakukan. Akan tetapi, jika Anda mendengar tentang pandemi terus menerus, hal ini bisa memicu stres pada diri Anda. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk membatasi melihat siaran berita hanya beberapa kali sehari, dan memutuskan sambungan dari layar ponsel, TV, dan komputer untuk sementara waktu.

2. Jaga Kesehatan Tubuh

Cobalah untuk mengambil napas dalam-dalam, regangkan tubuh atau melakukan gerakan meditasi. Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk mulai mengonsumsi makan makanan yang sehat dan seimbang, dan diiringi dengan olahraga secara teratur.

Tak lupa, Anda juga perlu untuk mendapatkan tidur yang cukup, menghindari konsumsi atau penggunaan alkohol, tembakau secara berlebihan. Anda juga perlu untuk mendapatkan vaksinasi dengan vaksin COVID-19 agar lebih terjaga dari paparan COVID-19.

3. Luangkan Waktu untuk Bersantai

Anda juga dapat meluangkan atau melakukan beberapa aktivitas lain yang Anda sukai agar terbebas dari stres.

4. Tetap Terhubung dengan Orang Lain

Saat lockdown atau PPKM, sebaiknya Anda juga tetap terhubung dengan orang lain. Bicaralah dengan orang yang Anda percaya, mengenai kekhawatiran dan bagaimana perasaan yang sedang Anda alami.

Tanpa melakukan interaksi sosial seperti sebelumnya, seperti pergi ke kantor terkadang membuat Anda kesepian dan merasa seperti terisolasi. Oleh karena itu, Anda bisa meluangkan waktu untuk menjangkau dan terhubung dengan orang lain, dengan tujuan menjaga kesehatan mental Anda. Bersosialisasi secara online juga dapat membantu Anda untuk mengurangi stres dan kecemasan sambil menimbulkan perasaan yang tenang dan bahagia dalam diri Anda.

Dengan berbicara kepada seseorang, kita bisa saling terhubung, berbagi emosi, pengalaman, bahkan memberikan atau menerima dukungan yang kita butuhkan. Saat bersosialisasi dan memiliki kedekatan dengan orang lain, hal tersebut dapat mengurangi kadar kortisol dalam tubuh. Cukup berbagi keprihatinan yang Anda rasakan, dengan orang yang Anda cintai agar bisa membantu Anda merasa lebih baik. Jika tidak bisa menghubungi teman, Anda juga dapat berkomunikasi dengan anggota keluarga yang masih dalam satu rumah dengan Anda. 

5. Menjaga Keseimbangan Kehidupan dan Tugas Bekerja

Pada saat pandemi COVID-19 seperti saat ini, ada beberapa tugas pekerjaan yang harus dikerjakan di rumah, atau work from home. Beberapa orang merasa bahwa bekerja dari rumah justru bermanfaat untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka. Akan tetapi, ada juga yang merasa bahwa bekerja dari rumah justru menjadi tantangan yang sendiri.

Hal ini karena bekerja dari rumah bagi sebagian orang membuat jam kerja jadi lebih panjang, memicu rasa terisolasi karena terpisah dengan rekan kerja, mengalami masalah komunikasi virtual, hingga tantangan teknologi yang membuat kita jadi semakin stres. Ketakutan terkena infeksi COVID-19, khawatir tentang keamanan pendapatan yang berkelanjutan juga memicu menurunnya kesehatan mental.

Ketika garis antara pekerjaan dan kehidupan rumah sehari-hari menjadi kabur, maka risiko kelelahan menjadi meningkat. Cara menghadapi stres untuk permasalahan ini yaitu dengan tidak membiarkan kehidupan pekerjaan Anda tidak mengambil alih kehidupan pribadi Anda. Terapkan batasan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Anda juga bisa menetapkan waktu tetap untuk akhir hari kerja, matikan notifikasi yang terkait pekerjaan usai jam kerja, lalu berilah Anda waktu untuk bersantai dan memulihkan diri setelah seharian bekerja.

Menarik, 7 Fakta soal Gigi Besar

Gigi yang rata dengan ukuran yang sama besar pasti sukses membuat senyum Anda lebih indah.

Namun, adanya gigi kelinci di bagian depan atas juga tidak kalah mencuri perhatian orang-orang ketika Anda tersenyum.

Berbicara mengenai gigi kelinci, tahukah Anda bahwa itu termasuk salah satu masalah kesehatan gigi besar

Gigi besar merupakan salah satu kondisi pertumbuhan gigi yang dipandang sebagai masalah oleh ilmu kedokteran gigi.

Kondisi ini sama seperti kondisi bibir sumbing ataupun karang gigi.

Sejumlah cara pun bisa Anda tempuh untuk membuat ukuran gigi besar tersebut dapat diminimalkan dan memperbaiki kualitas senyuman dan kesehatan mulut Anda. 

Namun, sebelum berpikiran untuk mengambil tindakan medis guna memperbaiki kondisi gigi besar Anda, banyak fakta menarik lainnya yang perlu disimak terkait kondisi gigi besar.

Nyatanya, masalah gigi kelinci bukan satu-satunya kondisi yang tergolong dalam masalah gigi besar!

Penyakit Langka 

Anda mungkin sudah cukup kaget ketika mengetahui bahwa kondisi gigi besar dianggap sebagai suatu penyakit yang menyangkut bagian gigi dan mulut.

Kondisi gigi besar sendiri dalam dunia medis dikenal sebagai macrodontia. Namun, Anda pasti akan lebih kaget begitu mengetahui bahwa kondisi gigi besar termasuk dalam penyakit langka.

Jadi jika Anda memiliki gigi kelinci, Anda sudah tergolong sebagai seseorang yang memiliki masalah terkait penyakit langka!

Sekelompok atau Satu 

Gigi besar tidak selalu terjadi di gigi bagian depan dan menjadi pemanis penampilan dengan istilah gigi kelinci.

Nyatanya, kondisi gigi besar dapat terjadi di seluruh bagian gigi Anda. Macrodontia bisa terjadi pada sekelompok gigi yang saling bejajar atau hanya pada satuan gigi.

Macrodontia yang terjadi pada satuan gigi akan lebih mudah untuk disadari karena penampilan gigi tersebut memiliki ukuran yang berbeda sendiri dibandingkan gigi-gigi lain yang mengitarinya.  

Kondisi Genetik Bawaan 

Penyebab umum dari kondisi gigi besar tidak lain adalah genetik.

Faktor garis keturunan dengan gangguan perkembangan atau macrodontia tidak jarang melahirkan anak-anak yang memiliki masalah serupa.

Bahkan ketika Anda memiliki saudara kandung yang menderita macrodontia, kesempatan Anda memiliki gigi besar pun menjadi lebih rentan.

Dot Berpengaruh 

Kebiasaan sewaktu kecil seperti memasukkan barang ke mulut seperti dot atau tangan, kemudian menghisapnya lebih mudah merangsang terjadinya masalah gigi besar.

Karena itulah, anak-anak yang memakai dot terlalu lama pada masak kanak-kanak umumnya mengalami kondisi macrodontia ketika gigi susunya lepas dan tergantikan dengan gigi-gigi permanen. 

Lebih Sering Ditemui di Asia

Apa etnis Anda? Pasalnya, kondisi gigi besar ternyata juga dipicu oleh etnis Anda berasal.

Kebanyakan masalah gigi besar ternyata dialami oleh masyarakat Asia.

Hal ini bisa menjawab rasa penasaran Anda mengapa kondisi gigi besar tampak tidak langka di kawasan Anda, bukan?

Hal tersebut terjadi karena Anda dan masyarakat termasuk etnis Asia. 

Minim Komplikasi 

Macrodontia atau masalah gigi besar memang digolongkan sebagai suatu penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut.

Namun dibandingkan beragam masalah gigi dan mulut lainnya, masalah gigi besar ternyata paling minim komplikasi.

Keluhan terkait gigi besar hanya seputar pada masalah penampilan dan rasa nyeri yang kadang-kadang terasa. 

Pembesaran Wajah yang Menyertai 

Orang-orang yang memiliki kondisi gigi besar di salah satu sisi mulut ternyata bisa berpengaruh pada bentuk wajah.

Pasalnya, kondisi macrodontia di salah satu bagian mulut ini juga bisa membuat wajah Anda terlihat besar sebelah!

Macrodontia atau gigi besar pada umumnya bukanlah suatu kondisi darurat. Namun, untuk memperbaiki kualitas penampilan ataupun menghilangkan nyeri, Anda dapat melakukan sejumlah perawatan guna mengecilkan tampilan gigi, seperti dengan perawatan ortodonti, pengikiran gigi, atau bahkan pencabutan setelah berkonsultasi dengan dokter gigi berpengalaman. 

Varian OBH Combi Plus yang Ampuh Atasi Batuk dan Flu

Saat batuk menyerang dan gejalanya disertai dengan gejala flu pasti membuat perasaan tidak nyaman. Untuk mengatasinya kamu bisa minum OBH Combi Plus.

Ada banyak varian OBH Combi Plus yang bisa kamu minum untuk mengatasi batuk dan juga flu. Varian OBH Combi Plus ini juga tersedia untuk anak-anak dengan berbagai varian rasa yang enak.

Obat ini mengandung bahan-bahan yang cukup aman dan tergolong obat bebas. Sehingga, kamu tidak perlu menggunakan resep dokter untuk membelinya.

Berikut ini informasi terkait varian OBH mulai dari manfaat dan juga dosisnya. 

OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Jahe Sirup

Obat ini sudah mendapatkan sertifikat halal, sehingga cukup aman dikonsumsi bagi kamu yang muslim. 

OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Jahe Sirup berkhasiat mengatasi beberapa masalah seperti batuk kering, flu, demam, bersin-bersin, hidung tersumbat, dan juga sakit kepala.

Obat ini mengandung ekstrak succus liquiritiae 167 mg, paracetamol 150 mg, amonium klorida 50 mg, efedrin HCl 2,5 mg, dan klorfeniramin maleat 1 mg.

Kandungan CTM atau klorfeniramin maleat bermanfaat untuk menghambat tubuh memproduksi histamin. Histamin sendiri adalah senyawa di dalam tubuh yang keluar apabila tubuh merespon secara berlebihan terhadap benda asing yang masuk.

Apabila produksi histamin berlebihan, maka bisa menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, sehingga cukup mengganggu.

Penggunaan OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Jahe Sirup aman dikonsumsi untuk anak-anak usia 12 tahun ke atas dan dewasa. Dosisnya adalah 15 ml sebanyak 3 kali sehari. 

Obat OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Jahe Sirup isi 100 ml dijual dengan harga Rp12.280. Apabila kamu tidak menyukai rasa jahe, kamu bisa memilih rasa menthol dari varian ini.

OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Madu Sirup

OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Madu Sirup bermanfaat untuk meredakan batuk berdahak disertai dengan gejala flu seperti demam, bersin-bersin, hidung tersumbat, dan juga sakit kepala. 

Selain itu, obat ini juga mampu mengencerkan dahak karena mengandung amonium klorida, sehingga saluran tenggorokan dan pernapasan terasa lebih lega. 

Dalam obat ini juga mengandung paracetamol yang berkhasiat menurunkan demam dan meredakan nyeri, efriden HCl untuk hidung tersumbat, dan klorfeniramin maleat untuk mengatasi bersin-bersin. 

Obat ini aman dikonsumsi oleh orang dewasa dan juga anak-anak usia di atas 12 tahun dengan dosis 15 ml sebanyak 3 kali sehari.

OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Madu Sirup isi 100 ml dijual dengan harga Rp18.000.

OBH Combi Anak Batuk Plus 

Obat ini khusus diberikan untuk anak-anak usia 2-12 tahun yang membantu meredakan batuk disertai gejala flu seperti sakit kepala, demam, hidung tersumbat, dan juga bersin-bersin. 

Kandungan seperti succus liquiritiae, ammonium klorida, pseudoefedrin HCl dan klorfeniramin maleat membantu meredakan batuk dan flu pada anak. 

Meskipun tergolong obat bebas, namun penggunaannya sebaiknya sesuai dengan anjuran yang diberikan, ya. Berikut ini aturan dosisnya.

  • Anak usia 2-5 tahun: 5 ml sebanyak 3 kali sehari
  • Anak usia 6-12 tahun: 10 ml sebanyak 3 kali sehari

Sebaiknya konsumsi obat ini setelah makan. 

OBH Combi Anak Batuk Plus Flu ini memiliki varian rasa apel dan jeruk yang disukai si kecil. Untuk ukuran 60 ml, obat ini dijual dengan harga Rp13.720.

OBH Combi Anak Batuk Plus Flu Rasa Strawberry

Apabila varian OBH Combi Anak Batuk plus rasa apel dan jeruk bagus untuk mengatasi batuk biasa, varian rasa strawberry berkhasiat untuk mengatasi batuk berdahak disertai dengan gejala flu. 

Kandungan ekstrak succus liquiritiae serta amonium klorida membantu mengencerkan dahak, sehingga dahak mudah dikeluarkan dan melegakan tenggorokan si kecil.

Selain batuk berdahak, obat ini juga mampu mengatasi gejala flu seperti bersin-bersin, demam, hidung tersumbat, dan juga sakit kepala. 

Obat ini aman untuk anak-anak usia 2-12 tahun dengan dosis sebagai berikut ini:

  • Anak usia 2-5 tahun: 5 ml sebanyak 3 kali sehari
  • Anak usia 6-12 tahun: 10 ml sebanyak 3 kali sehari

OBH Combi Anak Batuk Plus Flu Rasa Strawberry isi 60 ml dijual dengan harga Ro12.702.

5 Pilihan Obat Mual dan Muntah Pasca Kemoterapi

Bagi pasien kanker, kemoterapi merupakan salah satu cara untuk menghentikan penyebaran sel kanker sekaligus menghilangkannya dari tubuh. Namun, obat untuk terapi kemoterapi sangatlah kuat sehingga seringkali menghasilkan efek samping fisik, biologis, dan psikis, salah satunya adalah mual dan muntah. 

Mual dan muntah akibat kemoterapi yang tidak ditangani tentunya akan memperlambat proses penyembuhan. Karena itu dokter juga akan meresepkan obat mual dan muntah untuk mengurangi efek samping tersebut. 

Kapan Mual dan Muntah Terjadi Setelah Kemoterapi?

Mual dan muntah pasca kemoterapi terbagi menjadi tiga macam berdasarkan waktu terjadinya, yaitu:

  • Akut: Mual dan muntah terjadi dalam waktu 24 jam pertama setelah menerima kemoterapi. Puncak terjadinya adalah 5-6 jam setelah pemberian.
  • Lambat: Mual dan muntah terjadi setelah 24 jam pemberian kemoterapi, dan bertahan selama 5-7 hari.
  • Antisipatori: Mual dan muntah terjadi sebelum pemberian kemoterapi.

Rekomendasi Obat Mual dan Muntah di Apotek

Berikut ini beberapa obat mual dan muntah untuk pasien kemoterapi yang bisa ditemukan di apotek:

  1. Ondesco Tablet

Ondesco merupakan obat tablet khusus untuk mencegah serta mengatasi mual dan muntah yang disebabkan oleh pembedahan dan terapi kanker seperti radiasi dan kemoterapi. Obat mual dan muntah ini mengandung zat aktif ondansetron, obat yang termasuk dalam kelas antagonis reseptor serotonin 5-HT3. 

Ondesco bisa dikonsumsi oleh anak usia 4-11 tahun dan orang dewasa dengan dosis yang disarankan dokter. 

  1. Vesperum Tablet

Vesperum mengandung bahan aktif domperidone yang berfungsi meningkatkan kontraksi usus dan lambung, juga bisa digunakan untuk mengobati mual dan muntah akut akibat konsumsi obat-obatan dan terapi kanker. 

Veperum Tablet merupakan obat keras yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. 

  1. Damaben Drop

Damaben Drop merupakan obat sirup dengan kandungan metoklopramid hidroklorida. Metoklopramid hidroklorida diindikasikan untuk mengatasi beberapa masalah pencernaan, termasuk maag kronis, dan sembelit pada pasien diabetes. Metoklopramid hidroklorida juga dapat digunakan sebagai obat mual dan muntak akibat kemoterapi atau radiasi.

  1. Tilidon Tablet

Tilidon mengandung domperidone yang bekerja dengan cara memblokir reseptor dopamin di bagian otak untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut, mual, dan muntah. 

Tilidon Tablet diindikasikan untuk mengatasi mual dan muntah akut, yang disebabkan oleh konsumsi obat levodopa dan bromokripitin, mual dan muntah akibat kemoterapi atau radiasi, serta mengobati gejala dispepsia tanpa luka. 

  1. Lexapram Tablet

Lexapram mengandung zat aktif metoklopramid yang berkasiat untuk mencegah mual dan muntah akibat migrain, setelah operasi, serta kemoterapi atau radiasi. Selain sebagai obat mual dan muntah, Lexapram juga bisa digunakan untuk mengatasi heartburn

Tips untuk Meredakan Mual dan Muntah Pasca Kemoterapi

Selain mengonsumsi obat mual dan muntah, ketidaknyamanan pada perut yang disebabkan kemoterapi juga bisa diatasi dengan cara berikut ini:

  • Mengonsumsi rempah atau herbal sebelum menjalani kemoterapi, seperti minuman jahe, teh chamomile, peppermint, dan rosewood.
  • Melakukan terapi biopsikobehavioral untuk membuat fisik dan mental lebih rileks sehingga mengurangi mual dan muntah.
  • Makan makanan yang disukai dalam porsi kecil namun sering. 
  • Dengarkan musik lembut untuk membuat tubuh lebih rileks.
  • Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan.
  • Akupuntur atau akupresur.

Catatan

Mengombinasikan perawatan alami dengan mengonsumsi obat mual dan muntah akan menghasilkan efek yang lebih optimal daripada hanya mengandalkan salah satu cara saja. Pastikan untuk mengonsumsi obat mual yang diresepkan dokter secara teratur sesuai dengan dosis yang dianjurkan. 

8 Tips Pilih Dokter Gigi Anak yang Tepat Buat Si Kecil

Sebagai orang tua tentu anda pernah mengalami bimbang saat akan memilih dokter gigi anak yang tepat buat si Kecil. Tentu saja, dokter gigi khusus anak punya pengalaman yang lebih mendalam menangani rongga mulut dan juga perilaku si kecil saat diperiksa. Bingung memilih dokter gigi yang tepat buat bos kecil? Ini dia beberapa tips yang bisa Bunda coba sebelum berkunjung ke lokasi.   

1. Gali Informasi Dari Sesama Orang Tua

Mendapat rekomendasi dokter gigi anak dari sesama orang tua tentunya lebih membuat hati tenang. Selain itu, biasanya ada informasi tambahan yang akan anda peroleh tanpa diduga. Setiap orang tua anak tentu punya rekomensasi dokter yang berbeda-beda. Setidaknya, anda jadi punya gambaran bagaimana cara kerja si dokter ketika bekerja. 

2. Sebaiknya Pilih Dokter Gigi Bersertifikat

Sebelum bisa bekerja atau membuka praktik, seorang dokter gigi anak harus belajar terlebih dahulu secara mendalam. Mereka yang bekerja di bidang ini adalah orang-orang lulusan sarjana Kedokteran Gigi Anak. Selain itu, dokter gigi yang bagus juga punya sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia). 

3. Pilih Dokter Gigi Anak yang Sudah Berpengalaman

Ada baiknya untuk memilih dokter gigi anak yang sudah berpengalaman selama bertahun-tahun. Semakin lama dokter gigi anak berpraktik, semakin bagus pula pengalamannya. 

Pertimbangkan untuk memilih dokter gigi anak yang sudah terbiasa menangani perilaku si kecil. Pasalnya, tidak semua anak kecil nyaman dengan tindakan seorang dokter. Nah, saat si kecil merasa tidak nyaman, tentu saja proses tindakan tidak akan berjalan dengan lancar. 

4. Pastikan Membaca Review Terlebih Dahulu

Buat anda yang ingin mencari dokter gigi anak secara online, pertimbangkan untuk membaca review terlebih dahulu. Ketika Bunda atau Ayah mencari di Google Maps, scroll dulu ke bawah untuk membaca reviewnya. Data-data review yang sudah dituliskan oleh pelanggan sebelumnya bisa dijadikan acuan kualitas seorang dokter gigi anak. 

5. Kunjungi Tempat Praktik Secara Langsung

Salah satu pertimbangan saat memlih dokter gigi anak adalah tempat praktiknya. Usahakan memilih lokasi terdekat dari rumah. Ini dimaksudkan supaya si kecil lebih tenang karena jarak yang dekat sehingga tindakan bisa segera dilakukan. Selain itu, menemui tempat parktik secara langsung memudahkan anda melihat bagaimana dokter gigi anak bekerja. 

6. Hindari Memilih Lokasi Tempat Praktik yang Terlalu Ramai

Bila anda memiliki lebih dari satu rekomendasi dokter gigi anak, pertimbangkan memilih dokter yang tempat praktiknya tidak terlalu ramai. Tentu saja, akan sangat lama menunggu giliran dipanggil karena ramainya antrian. Namun, bila dokter gigi tersebut melakukan proses tindakan dengan cepat, maka tak mengapa untuk mendatanginya. 

7. Pilih Dokter Gigi yang Ramah Anak

Memilih dokter gigi anak tak hanya mengutamakan faktor skill, namun juga bagaimana sikapnya selama menangani pasien anak. Dokter gigi anak haruslah sabar, serta telaten menghadapi keluhan si kecil. Selain itu, dokter gigi anak yang bisa akrab dengan anak tentu jadi nilai plus tersendiri. Anak yang bisa nyaman dengan seorang dokter akan lebih mudah diajak kunjungan ulang. 

8. Harga

Nah, jangan lupa mempertimbangkan kesesuaian budget dengan harga layanan dokter anak. Murah bukan berarti buruk, Mahal tidak berarti bagus. Tetap lakukan survey untuk mengetahui benar-benar kualitas seorang dokter gigi anak. Manfaatkan pula promo yang tersedia untuk menghemat anggaran perawatan gigi si kecil. 

Apa Itu Obat Grafachlor Tablet?

Obat Grafachlor tablet adalah obat berbentuk tablet yang berfungsi untuk mengatasi masalah alergi. Didalamnya terdapat kandungan dexamethasone sebanyak 0.5 mg dan dexchlorpheniramine maleate 2mg. 

Beberapa manfaat grafachlor tablet: 

– Meringankan gejala alergi seperti gatal-gatal pada kulit

– Meringankan dermatitis (eksim)

– Meringankan gejala flu, demam, hidung tersumbat dan mata berair akibat alergi

– Meringankan gejala asma

Bagaimana cara obat ini bekerja?

Dexamethasone pada obat bekerja dengan mengurangi peradangan yang terjadi akibat alergi. Ia juga akan membantu mengurangi pembengkakan pada saluran pernapasan, dan mengurangi nyeri yang terjadi.

Dexchlorpheniramine maleate bersifat antihistamin yang mampu meredakan gejala alergi seperti flu, hidung dan mata berair, bersin-bersin, hingga ruam dan bengkak pada kulit. 

Cara penggunaan obat:

Karena obat ini tergolong obat keras, pastikan menggunakan Grafachlor tablet sesuai dengan arahan serta ajuran dokter. Jangan mengkonsumsi obat lebih dari 0.075-9.0 perhari. Jangan melebihi atau mengurangi dosis obat. Obat ini dapat dikonsumsi setelah makan.

Cara penyimpanan penyimpanan Grafachlor tablet:  

– Simpan obat  pada suhu ruangan yang stabil atau sekitar 25-30 derajat celcius

– Jangan menyimpan obat di ruangan yang terkena paparan sinar matahari langsung

– Simpan obat ditempat yang kering dan tidak lembab

– Jauhkan dari jangkauan anak-anak

Apakah penggunaan obat dapat menyebabkan efek samping?

Penggunaan obat dalam dosis dan cara yang sesuai umumnya jarang menimbulkan efek samping berbahaya. Namun tak menutup kemungkinan obat ini dapat menimbulkan efek samping berupa: 

  • Gangguan pencernaan (sembelit, mual, muntah)
  • Iritasi lambung
  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Gelisah
  • Mengantuk
  • Retensi air dan elektrolit
  • Gangguan sistem saraf
  • Gangguan mata (glaukoma)
  • Dapat memicu kerusakan hati dan ginjal (jika penggunaan dalam jangka panjang serta dosis yang salah)

Peringatan sebelum mengkonsumsi obat:

  • Orang dengan riwayat alergi dengan kandungan dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate tidak disarankan menggunakan obat ini kecuali mendapat arahan serta dianjurkan dari dokter.
  • Jangan menggunakan obat ini pada bayi, balita, serta anak dibawah 2 tahun
  • Tanya dan pastikan pada dokter apakah boleh mengkonsumsi Grafachlor tablet saat Anda menggunakan obat-obatan, antibiotik, vitamin, serta suplemen lain.
  • Ibu hamil dan menyusui harus mendapat izin dan arahan dokter sebelum mengkonsumsinya. Ditakutkan obat ini akan berpengaruh pada kesehatan janin seta Asi.
  • Beritahu dokter jika Anda pernah menderita penyakit hati, ginjal, usus, atau jantung.
  • Beritahu dokter jika Anda akan harus menjalani operasi kedepannya
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol saat sedang mengkonsumsi obat
  • Orang dengan masalah iritasi lambung, infeksi jamur pada kulit, penyakit mata, gangguan tiroid, harus berhati-hati saat menggunakan obat
  • Hentikan penggunaan obat dan segera konsultasikan keluhan yang terjadi pada dokter jika terdapat efek samping parah yang timbul

Interaksi dengan obat lain:

Interaksi obat bisa saja terjadi jika digunakan dengan obat lain yang dapat jadi pemicu. Sebaiknya berhati-hati dengan kandungan obat berikut: 

  • Obat antibiotik seperti eritromisin. Mengkonsumsi eritromisin dengan obat yang mengandung dexametason dinilai dapat meningkatkan resiko efek samping obat terjadi.
  • Obat anti jamur seperti ketokonazol, itrakonazol, posaconazole, vorikonazol. Jika dikonsumsi dengan dexamethason dinilai dapat meningkatkan kadar dexamethason dalam tubuh sehingga mampu meningkatkan resiko efek samping.
  • Obat infeksi jamur seperti amfoterisin B. Menggunakan amfoterisin B dengan dexamethason bisa meningkatkan kadar kalium rendah.
  • Obat dengan kandungan warfarin. Mengkonsumsi warfarin dengan dexametason dinilai dapat menurunkan kadar obat serta meningkatkan resiko perdarahan bila dalam dosis yang tidak tepat.
  • Obat kolesterol seperti kolestiramin, colesevelam, kolestipol. Mengkonsumsi dexamethasone dengan obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dapat membuat tubuh tidak bisa menyerap kandungan dexametason dengan baik.
  • Obat diabetes. Mengkonsumsinya bersamaan dengan dexametason dapat memicu glukosa darah.
  • Obat depresan serta anti kejang seperti phenytoin, carbamazepine, for fenitoin, dan fenobarbital. Kandungan dexamethason dinilai dapat menurunkan efektivitas kerja obat anti kejang dan sebaliknya. Meskipun persenan kemungkinan terjadi kecil, sebaiknya hindari konsumsi obat secara bersamaan kecuali saat benar-benar mendapat anjuran dari dokter.
  • Obat jantung seperti digoxin yang dikonsumsi dengan dexametason dinilai dapat memicu terjadinya irama jantung yang tidak beraturan
  • Obat anti inflamasi non steroid seperti aspirin, ibuprofen, indomethacin, dan naproxen. Mengkonsumsi obat anti inflamasi dengan obat yang mengandung dexametason seperti obat grafachlor dinilai dapat meningkatkan resiko sakit perut terjadi.
  • Obat TBC yang dikonsumsi bersamaan dengan dexametason dapat menurunkan efektivitas obat
  • Dexchlorpheniramine maleate yang dikonsumsi dengan obat antihistamin mampu meningkatkan resiko efek samping
  • Obat dengan kandungan dexchlorpheniramine maleate yang diikuti dengan penggunaan alkohol mampu meningkatkan resiko efek samping

Kandungan dan Manfaat Attapulgite dalam New Diatabs

New Diatabs adalah salah satu obat antidiare yang mengandung Attapulgite. Obat ini bisa jadi pilihan Anda untuk mengatasi diare.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 600 mg. Artinya, setiap tablet mengandung 600 mg attapulgite. Attapulgite adalah obat untuk mengatasi diare yang bekerja dengan cara memperlambat kerja usus serta memadatkan tinja yang encer

Attapulgite aktif bekerja dengan cara menyerap bakteri atau racun penyebab diare, mengurangi frekuensi buang air besar, memperbaiki konsistensi tinja agar tidak encer, dan mengurangi rasa sakit perut ketika akan buang air besar.

Kandungan attapulgite dalam New Diatabs inilah yang diyakini ampuh dalam mengatasi diare.

Apa yang harus diberitahukan ke dokter sebelum konsumsi obat ini

Jika Anda mengalami reaksi alergi terhadap terhadap attapulgite atau obat, makanan, atau zat lainnya. Segera beri tahu dokter tentang reaksi alergi dan tanda-tanda yang Anda rasakan.

Obat ini mungkin berinteraksi dengan obat lain dan masalah kesehatan lainnya. Beri tahu dokter semua masalah kesehatan Anda dan semua pengobatan yang Anda konsumsi.

Anda harus memastikan bahwa konsumsi attapulgite bagi Anda aman bersamaan dengan obat-obat lainnya. Jangan mengubah dosis atau menghentikan dosis setiap obat Anda tanpa konsultasi dengan dokter.

Peringatan dalam konsumsi New Diatabs

  • Jangan konsumsi New Diatabs jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Sebaiknya tidak memberikan obat ini untuk anak di bawah tiga tahun tanpa konsultasi dokter.
  • Jangan konsumsi obat ini lebih dari dua hari beruntun.
  • Jangan konsumsi obat ini jika Anda menderita sembelit, gagal ginjal, atau gagal hati.
  • Wanita hamil atau menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini tanpa konsultasi dokter.
  • Segera temui dokter jika diare masih berlangsung atau muncul reaksi alergi obat.

Cara konsumsi obat

Konsumsi New Diatabs sesuai dengan instruksi dokter. Baca informasi yang diberikan dan ikuti instruksinya dengan tepat.

  • Ikuti instruksi dokter atau pastikan Anda membaca petunjuk dalam kemasan
  • Konsumsi obat bisa dengan atau tanpa makanan
  • Minum banyak cairan nonkafein
  • Jangan mengonsumsi obat ini lebih lama dari anjuran
  • Obat ini mungkin mencegah Anda mengonsumsi obat-obat lain
  • Hentikan konsumsi obat jika diare sudah sembuh

Efek samping yang harus diwaspadai

Meskipun jarang terjadi, obat ini mungkin menimbulkan efek samping yang cukup buruk. Segera kunjungi dokter atau dapatkan bantuan medis jika anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di bawah ini:

  • Ruam
  • Gatal-gatal
  • Kulit merah
  • Bengkak
  • Kulit melepuh atau mengelupas
  • Mengi
  • Sesak di dada atau tenggorokan
  • Kesulitan bernapas dan menelan
  • Kesulitan berbicara atau suara serak tidak biasa
  • Pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Catatan

  • Jika gejala atau masalah diare Anda tidak membaik, segera hubungi dokter
  • Jangan berbagi obat ini dengan orang lain
  • Periksa dan pahami informasi dan instruksi dalam kemasan
  • Jika Anda merasa mengalami overdosis, segera kunjungi fasilitas medis

Demikian informasi lengkap mengenai New Diatabs beserta peringatan dan cara konsumsinya. Semoga membantu ya.