Berikut Ini Manfaat dan Kegunaan Cendo Genta Bagi Tubuh

Bagi Anda yang pernah terkena infeksi bakteri pasti tidak asing dengan obat Cendo Genta. Cendo Genta merupakan obat yang biasa digunakan untuk membantu mengatasi infeksi bakteri khususnya pada area mata dan telinga. Obat ini tersedia dalam beberapa pilihan seperti injeksi, tetes, infus, krim dan juga salep.

Cendo Genta Tetes Mata 1% 5 ml  harga terbaik

Cendo genta termasuk dalam golongan antibiotika aminoglikosida yang penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter. Obat resep ini biasa digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri serius. Dosis dan cara pemakaian harus disesuaikan dengan aturan dan anjuran dokter karena masing-masing pasien memiliki dosis yang berbeda tergantung tingkat keparahannya.

Indikasi, Manfaat dan Kegunaan Cendo Genta

Obat ini diindikasikan untuk membunuh dan mencegah pertumbuhan bakteri sehingga infeksi bisa sembuh dengan lebih cepat. Beberapa kondisi yang disebabkan oleh infeksi bakteri antara lain:

  • Septikemia dan sepsis pada neonatus
  • Meningitis atau infeksi sistem saraf pusat
  • Infeksi bilier
  • Endokarditis yang disebabkan oleh Streptococcus viridans dan streptococcus faecalis
  • Pielonefritis dan prostatitis akut
  • Pneumonia nosokomial
  • Terapi tambahan pada meningitis karena listeria

Cendo genta merupakan obat yang dibuat untuk membantu mengatasi infeksi khususnya pada area mata dan telinga. Obat jenis ini hanya boleh digunakan di luar kulit sedangkan untuk jenis injeksi harus dengan penanganan tenaga medis yang ahli. 

Efek Samping Penggunaan Cendo Genta

Secara umum penggunaan obat ini sebenarnya jarang sekali menyebabkan efek samping. Akan tetapi Anda tetap harus waspada dengan beberapa efek samping yang mungkin timbul seperti:

  • Demam 
  • Diare
  • Mudah lelah
  • Mulut terasa kering
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada persendian
  • Nafsu makan menurun
  • Kesulitan bernapas
  • Sulit menelan
  • Kejang
  • Pingsan
  • Gangguan pada ginjal
  • Gangguan pada penglihatan
  • Gangguan pada pendengaran
  • Mudah berdarah atau memar

Jika menemukan gejala di atas setelah penggunaan obat tersebut, ada baiknya segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Hal ini juga untuk menghindari reaksi alergi pada obat Cendo Genta.

Perhatian Sebelum Menggunakan Cendo Genta

Cendo genta merupakan obat yang penggunaannya harus dengan resep dokter karena mengandung antibiotik. Oleh karena itu, sebelum menggunakan Cendo Genta, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Pastikan tidak memiliki alergi terhadap antibiotik golongan aminoglikosida seperti amikasin, kanamisin, neomisin, paromomisin, streptomisin, dan tobramycin.
  • Beritahu petugas medis jika memiliki riwayat penyakit ginjal, asma, gangguan saraf otot, ketidakseimbangan elektrolit, myasthenia gravis dan penyakit Parkinson.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda ingin melakukan vaksinasi atau imunisasi sebelum menggunakan obat ini
  • Informasikan dokter jika Anda sedang hamil atau menyusui
  • Hindari mengemudi setelah menggunakan obat gentamicin mata
  • Jika mengalami gejala atau reaksi alergi dan overdosis setelah penggunaan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Perlu diketahui, obat Cendo Genta juga bisa menimbulkan reaksi interaksi dengan beberapa jenis obat jika digunakan secara bersamaan. Salah satunya seperti meningkatkan resiko gangguan ginjal jika digunakan secara bersamaan dengan cisplatin, diuretic loop, amphotericin B, dan obat golongan ciclosporin.

Karena termasuk obat dalam golongan antibiotika aminoglikosida, penggunaan Cendo genta harus dengan resep dan anjuran dokter. Selain itu pastikan juga penggunaan obat ini sesuai dengan dosis dan cara pemakaian yang benar untuk mengurangi adanya efek samping yang muncul setelah pemakaian obat.

Varian OBH Combi Plus yang Ampuh Atasi Batuk dan Flu

Saat batuk menyerang dan gejalanya disertai dengan gejala flu pasti membuat perasaan tidak nyaman. Untuk mengatasinya kamu bisa minum OBH Combi Plus.

Ada banyak varian OBH Combi Plus yang bisa kamu minum untuk mengatasi batuk dan juga flu. Varian OBH Combi Plus ini juga tersedia untuk anak-anak dengan berbagai varian rasa yang enak.

Obat ini mengandung bahan-bahan yang cukup aman dan tergolong obat bebas. Sehingga, kamu tidak perlu menggunakan resep dokter untuk membelinya.

Berikut ini informasi terkait varian OBH mulai dari manfaat dan juga dosisnya. 

OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Jahe Sirup

Obat ini sudah mendapatkan sertifikat halal, sehingga cukup aman dikonsumsi bagi kamu yang muslim. 

OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Jahe Sirup berkhasiat mengatasi beberapa masalah seperti batuk kering, flu, demam, bersin-bersin, hidung tersumbat, dan juga sakit kepala.

Obat ini mengandung ekstrak succus liquiritiae 167 mg, paracetamol 150 mg, amonium klorida 50 mg, efedrin HCl 2,5 mg, dan klorfeniramin maleat 1 mg.

Kandungan CTM atau klorfeniramin maleat bermanfaat untuk menghambat tubuh memproduksi histamin. Histamin sendiri adalah senyawa di dalam tubuh yang keluar apabila tubuh merespon secara berlebihan terhadap benda asing yang masuk.

Apabila produksi histamin berlebihan, maka bisa menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, sehingga cukup mengganggu.

Penggunaan OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Jahe Sirup aman dikonsumsi untuk anak-anak usia 12 tahun ke atas dan dewasa. Dosisnya adalah 15 ml sebanyak 3 kali sehari. 

Obat OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Jahe Sirup isi 100 ml dijual dengan harga Rp12.280. Apabila kamu tidak menyukai rasa jahe, kamu bisa memilih rasa menthol dari varian ini.

OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Madu Sirup

OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Madu Sirup bermanfaat untuk meredakan batuk berdahak disertai dengan gejala flu seperti demam, bersin-bersin, hidung tersumbat, dan juga sakit kepala. 

Selain itu, obat ini juga mampu mengencerkan dahak karena mengandung amonium klorida, sehingga saluran tenggorokan dan pernapasan terasa lebih lega. 

Dalam obat ini juga mengandung paracetamol yang berkhasiat menurunkan demam dan meredakan nyeri, efriden HCl untuk hidung tersumbat, dan klorfeniramin maleat untuk mengatasi bersin-bersin. 

Obat ini aman dikonsumsi oleh orang dewasa dan juga anak-anak usia di atas 12 tahun dengan dosis 15 ml sebanyak 3 kali sehari.

OBH Combi Batuk Plus Flu Rasa Madu Sirup isi 100 ml dijual dengan harga Rp18.000.

OBH Combi Anak Batuk Plus 

Obat ini khusus diberikan untuk anak-anak usia 2-12 tahun yang membantu meredakan batuk disertai gejala flu seperti sakit kepala, demam, hidung tersumbat, dan juga bersin-bersin. 

Kandungan seperti succus liquiritiae, ammonium klorida, pseudoefedrin HCl dan klorfeniramin maleat membantu meredakan batuk dan flu pada anak. 

Meskipun tergolong obat bebas, namun penggunaannya sebaiknya sesuai dengan anjuran yang diberikan, ya. Berikut ini aturan dosisnya.

  • Anak usia 2-5 tahun: 5 ml sebanyak 3 kali sehari
  • Anak usia 6-12 tahun: 10 ml sebanyak 3 kali sehari

Sebaiknya konsumsi obat ini setelah makan. 

OBH Combi Anak Batuk Plus Flu ini memiliki varian rasa apel dan jeruk yang disukai si kecil. Untuk ukuran 60 ml, obat ini dijual dengan harga Rp13.720.

OBH Combi Anak Batuk Plus Flu Rasa Strawberry

Apabila varian OBH Combi Anak Batuk plus rasa apel dan jeruk bagus untuk mengatasi batuk biasa, varian rasa strawberry berkhasiat untuk mengatasi batuk berdahak disertai dengan gejala flu. 

Kandungan ekstrak succus liquiritiae serta amonium klorida membantu mengencerkan dahak, sehingga dahak mudah dikeluarkan dan melegakan tenggorokan si kecil.

Selain batuk berdahak, obat ini juga mampu mengatasi gejala flu seperti bersin-bersin, demam, hidung tersumbat, dan juga sakit kepala. 

Obat ini aman untuk anak-anak usia 2-12 tahun dengan dosis sebagai berikut ini:

  • Anak usia 2-5 tahun: 5 ml sebanyak 3 kali sehari
  • Anak usia 6-12 tahun: 10 ml sebanyak 3 kali sehari

OBH Combi Anak Batuk Plus Flu Rasa Strawberry isi 60 ml dijual dengan harga Ro12.702.

5 Pilihan Obat Mual dan Muntah Pasca Kemoterapi

Bagi pasien kanker, kemoterapi merupakan salah satu cara untuk menghentikan penyebaran sel kanker sekaligus menghilangkannya dari tubuh. Namun, obat untuk terapi kemoterapi sangatlah kuat sehingga seringkali menghasilkan efek samping fisik, biologis, dan psikis, salah satunya adalah mual dan muntah. 

Mual dan muntah akibat kemoterapi yang tidak ditangani tentunya akan memperlambat proses penyembuhan. Karena itu dokter juga akan meresepkan obat mual dan muntah untuk mengurangi efek samping tersebut. 

Kapan Mual dan Muntah Terjadi Setelah Kemoterapi?

Mual dan muntah pasca kemoterapi terbagi menjadi tiga macam berdasarkan waktu terjadinya, yaitu:

  • Akut: Mual dan muntah terjadi dalam waktu 24 jam pertama setelah menerima kemoterapi. Puncak terjadinya adalah 5-6 jam setelah pemberian.
  • Lambat: Mual dan muntah terjadi setelah 24 jam pemberian kemoterapi, dan bertahan selama 5-7 hari.
  • Antisipatori: Mual dan muntah terjadi sebelum pemberian kemoterapi.

Rekomendasi Obat Mual dan Muntah di Apotek

Berikut ini beberapa obat mual dan muntah untuk pasien kemoterapi yang bisa ditemukan di apotek:

  1. Ondesco Tablet

Ondesco merupakan obat tablet khusus untuk mencegah serta mengatasi mual dan muntah yang disebabkan oleh pembedahan dan terapi kanker seperti radiasi dan kemoterapi. Obat mual dan muntah ini mengandung zat aktif ondansetron, obat yang termasuk dalam kelas antagonis reseptor serotonin 5-HT3. 

Ondesco bisa dikonsumsi oleh anak usia 4-11 tahun dan orang dewasa dengan dosis yang disarankan dokter. 

  1. Vesperum Tablet

Vesperum mengandung bahan aktif domperidone yang berfungsi meningkatkan kontraksi usus dan lambung, juga bisa digunakan untuk mengobati mual dan muntah akut akibat konsumsi obat-obatan dan terapi kanker. 

Veperum Tablet merupakan obat keras yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. 

  1. Damaben Drop

Damaben Drop merupakan obat sirup dengan kandungan metoklopramid hidroklorida. Metoklopramid hidroklorida diindikasikan untuk mengatasi beberapa masalah pencernaan, termasuk maag kronis, dan sembelit pada pasien diabetes. Metoklopramid hidroklorida juga dapat digunakan sebagai obat mual dan muntak akibat kemoterapi atau radiasi.

  1. Tilidon Tablet

Tilidon mengandung domperidone yang bekerja dengan cara memblokir reseptor dopamin di bagian otak untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut, mual, dan muntah. 

Tilidon Tablet diindikasikan untuk mengatasi mual dan muntah akut, yang disebabkan oleh konsumsi obat levodopa dan bromokripitin, mual dan muntah akibat kemoterapi atau radiasi, serta mengobati gejala dispepsia tanpa luka. 

  1. Lexapram Tablet

Lexapram mengandung zat aktif metoklopramid yang berkasiat untuk mencegah mual dan muntah akibat migrain, setelah operasi, serta kemoterapi atau radiasi. Selain sebagai obat mual dan muntah, Lexapram juga bisa digunakan untuk mengatasi heartburn

Tips untuk Meredakan Mual dan Muntah Pasca Kemoterapi

Selain mengonsumsi obat mual dan muntah, ketidaknyamanan pada perut yang disebabkan kemoterapi juga bisa diatasi dengan cara berikut ini:

  • Mengonsumsi rempah atau herbal sebelum menjalani kemoterapi, seperti minuman jahe, teh chamomile, peppermint, dan rosewood.
  • Melakukan terapi biopsikobehavioral untuk membuat fisik dan mental lebih rileks sehingga mengurangi mual dan muntah.
  • Makan makanan yang disukai dalam porsi kecil namun sering. 
  • Dengarkan musik lembut untuk membuat tubuh lebih rileks.
  • Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan.
  • Akupuntur atau akupresur.

Catatan

Mengombinasikan perawatan alami dengan mengonsumsi obat mual dan muntah akan menghasilkan efek yang lebih optimal daripada hanya mengandalkan salah satu cara saja. Pastikan untuk mengonsumsi obat mual yang diresepkan dokter secara teratur sesuai dengan dosis yang dianjurkan. 

Apa Itu Obat Grafachlor Tablet?

Obat Grafachlor tablet adalah obat berbentuk tablet yang berfungsi untuk mengatasi masalah alergi. Didalamnya terdapat kandungan dexamethasone sebanyak 0.5 mg dan dexchlorpheniramine maleate 2mg. 

Beberapa manfaat grafachlor tablet: 

– Meringankan gejala alergi seperti gatal-gatal pada kulit

– Meringankan dermatitis (eksim)

– Meringankan gejala flu, demam, hidung tersumbat dan mata berair akibat alergi

– Meringankan gejala asma

Bagaimana cara obat ini bekerja?

Dexamethasone pada obat bekerja dengan mengurangi peradangan yang terjadi akibat alergi. Ia juga akan membantu mengurangi pembengkakan pada saluran pernapasan, dan mengurangi nyeri yang terjadi.

Dexchlorpheniramine maleate bersifat antihistamin yang mampu meredakan gejala alergi seperti flu, hidung dan mata berair, bersin-bersin, hingga ruam dan bengkak pada kulit. 

Cara penggunaan obat:

Karena obat ini tergolong obat keras, pastikan menggunakan Grafachlor tablet sesuai dengan arahan serta ajuran dokter. Jangan mengkonsumsi obat lebih dari 0.075-9.0 perhari. Jangan melebihi atau mengurangi dosis obat. Obat ini dapat dikonsumsi setelah makan.

Cara penyimpanan penyimpanan Grafachlor tablet:  

– Simpan obat  pada suhu ruangan yang stabil atau sekitar 25-30 derajat celcius

– Jangan menyimpan obat di ruangan yang terkena paparan sinar matahari langsung

– Simpan obat ditempat yang kering dan tidak lembab

– Jauhkan dari jangkauan anak-anak

Apakah penggunaan obat dapat menyebabkan efek samping?

Penggunaan obat dalam dosis dan cara yang sesuai umumnya jarang menimbulkan efek samping berbahaya. Namun tak menutup kemungkinan obat ini dapat menimbulkan efek samping berupa: 

  • Gangguan pencernaan (sembelit, mual, muntah)
  • Iritasi lambung
  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Gelisah
  • Mengantuk
  • Retensi air dan elektrolit
  • Gangguan sistem saraf
  • Gangguan mata (glaukoma)
  • Dapat memicu kerusakan hati dan ginjal (jika penggunaan dalam jangka panjang serta dosis yang salah)

Peringatan sebelum mengkonsumsi obat:

  • Orang dengan riwayat alergi dengan kandungan dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate tidak disarankan menggunakan obat ini kecuali mendapat arahan serta dianjurkan dari dokter.
  • Jangan menggunakan obat ini pada bayi, balita, serta anak dibawah 2 tahun
  • Tanya dan pastikan pada dokter apakah boleh mengkonsumsi Grafachlor tablet saat Anda menggunakan obat-obatan, antibiotik, vitamin, serta suplemen lain.
  • Ibu hamil dan menyusui harus mendapat izin dan arahan dokter sebelum mengkonsumsinya. Ditakutkan obat ini akan berpengaruh pada kesehatan janin seta Asi.
  • Beritahu dokter jika Anda pernah menderita penyakit hati, ginjal, usus, atau jantung.
  • Beritahu dokter jika Anda akan harus menjalani operasi kedepannya
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol saat sedang mengkonsumsi obat
  • Orang dengan masalah iritasi lambung, infeksi jamur pada kulit, penyakit mata, gangguan tiroid, harus berhati-hati saat menggunakan obat
  • Hentikan penggunaan obat dan segera konsultasikan keluhan yang terjadi pada dokter jika terdapat efek samping parah yang timbul

Interaksi dengan obat lain:

Interaksi obat bisa saja terjadi jika digunakan dengan obat lain yang dapat jadi pemicu. Sebaiknya berhati-hati dengan kandungan obat berikut: 

  • Obat antibiotik seperti eritromisin. Mengkonsumsi eritromisin dengan obat yang mengandung dexametason dinilai dapat meningkatkan resiko efek samping obat terjadi.
  • Obat anti jamur seperti ketokonazol, itrakonazol, posaconazole, vorikonazol. Jika dikonsumsi dengan dexamethason dinilai dapat meningkatkan kadar dexamethason dalam tubuh sehingga mampu meningkatkan resiko efek samping.
  • Obat infeksi jamur seperti amfoterisin B. Menggunakan amfoterisin B dengan dexamethason bisa meningkatkan kadar kalium rendah.
  • Obat dengan kandungan warfarin. Mengkonsumsi warfarin dengan dexametason dinilai dapat menurunkan kadar obat serta meningkatkan resiko perdarahan bila dalam dosis yang tidak tepat.
  • Obat kolesterol seperti kolestiramin, colesevelam, kolestipol. Mengkonsumsi dexamethasone dengan obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dapat membuat tubuh tidak bisa menyerap kandungan dexametason dengan baik.
  • Obat diabetes. Mengkonsumsinya bersamaan dengan dexametason dapat memicu glukosa darah.
  • Obat depresan serta anti kejang seperti phenytoin, carbamazepine, for fenitoin, dan fenobarbital. Kandungan dexamethason dinilai dapat menurunkan efektivitas kerja obat anti kejang dan sebaliknya. Meskipun persenan kemungkinan terjadi kecil, sebaiknya hindari konsumsi obat secara bersamaan kecuali saat benar-benar mendapat anjuran dari dokter.
  • Obat jantung seperti digoxin yang dikonsumsi dengan dexametason dinilai dapat memicu terjadinya irama jantung yang tidak beraturan
  • Obat anti inflamasi non steroid seperti aspirin, ibuprofen, indomethacin, dan naproxen. Mengkonsumsi obat anti inflamasi dengan obat yang mengandung dexametason seperti obat grafachlor dinilai dapat meningkatkan resiko sakit perut terjadi.
  • Obat TBC yang dikonsumsi bersamaan dengan dexametason dapat menurunkan efektivitas obat
  • Dexchlorpheniramine maleate yang dikonsumsi dengan obat antihistamin mampu meningkatkan resiko efek samping
  • Obat dengan kandungan dexchlorpheniramine maleate yang diikuti dengan penggunaan alkohol mampu meningkatkan resiko efek samping

Kandungan dan Manfaat Attapulgite dalam New Diatabs

New Diatabs adalah salah satu obat antidiare yang mengandung Attapulgite. Obat ini bisa jadi pilihan Anda untuk mengatasi diare.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 600 mg. Artinya, setiap tablet mengandung 600 mg attapulgite. Attapulgite adalah obat untuk mengatasi diare yang bekerja dengan cara memperlambat kerja usus serta memadatkan tinja yang encer

Attapulgite aktif bekerja dengan cara menyerap bakteri atau racun penyebab diare, mengurangi frekuensi buang air besar, memperbaiki konsistensi tinja agar tidak encer, dan mengurangi rasa sakit perut ketika akan buang air besar.

Kandungan attapulgite dalam New Diatabs inilah yang diyakini ampuh dalam mengatasi diare.

Apa yang harus diberitahukan ke dokter sebelum konsumsi obat ini

Jika Anda mengalami reaksi alergi terhadap terhadap attapulgite atau obat, makanan, atau zat lainnya. Segera beri tahu dokter tentang reaksi alergi dan tanda-tanda yang Anda rasakan.

Obat ini mungkin berinteraksi dengan obat lain dan masalah kesehatan lainnya. Beri tahu dokter semua masalah kesehatan Anda dan semua pengobatan yang Anda konsumsi.

Anda harus memastikan bahwa konsumsi attapulgite bagi Anda aman bersamaan dengan obat-obat lainnya. Jangan mengubah dosis atau menghentikan dosis setiap obat Anda tanpa konsultasi dengan dokter.

Peringatan dalam konsumsi New Diatabs

  • Jangan konsumsi New Diatabs jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Sebaiknya tidak memberikan obat ini untuk anak di bawah tiga tahun tanpa konsultasi dokter.
  • Jangan konsumsi obat ini lebih dari dua hari beruntun.
  • Jangan konsumsi obat ini jika Anda menderita sembelit, gagal ginjal, atau gagal hati.
  • Wanita hamil atau menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini tanpa konsultasi dokter.
  • Segera temui dokter jika diare masih berlangsung atau muncul reaksi alergi obat.

Cara konsumsi obat

Konsumsi New Diatabs sesuai dengan instruksi dokter. Baca informasi yang diberikan dan ikuti instruksinya dengan tepat.

  • Ikuti instruksi dokter atau pastikan Anda membaca petunjuk dalam kemasan
  • Konsumsi obat bisa dengan atau tanpa makanan
  • Minum banyak cairan nonkafein
  • Jangan mengonsumsi obat ini lebih lama dari anjuran
  • Obat ini mungkin mencegah Anda mengonsumsi obat-obat lain
  • Hentikan konsumsi obat jika diare sudah sembuh

Efek samping yang harus diwaspadai

Meskipun jarang terjadi, obat ini mungkin menimbulkan efek samping yang cukup buruk. Segera kunjungi dokter atau dapatkan bantuan medis jika anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di bawah ini:

  • Ruam
  • Gatal-gatal
  • Kulit merah
  • Bengkak
  • Kulit melepuh atau mengelupas
  • Mengi
  • Sesak di dada atau tenggorokan
  • Kesulitan bernapas dan menelan
  • Kesulitan berbicara atau suara serak tidak biasa
  • Pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Catatan

  • Jika gejala atau masalah diare Anda tidak membaik, segera hubungi dokter
  • Jangan berbagi obat ini dengan orang lain
  • Periksa dan pahami informasi dan instruksi dalam kemasan
  • Jika Anda merasa mengalami overdosis, segera kunjungi fasilitas medis

Demikian informasi lengkap mengenai New Diatabs beserta peringatan dan cara konsumsinya. Semoga membantu ya.

Cara Menurunkan Demam dengan Sanmol Tablet

Demam adalah suatu kondisi di mana terjadi peningkatan sementara pada tubuh. Demam seringkali juga disebabkan karena terjadi infeksi atau penyakit pada tubuh. Oleh karena itu, demam sering menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi di tubuh. Salah satu cara untuk mengatasi demam adalah mengonsumsi obat penurun demam seperti Sanmol Tablet.

Penyebab Demam

Demam dapat terjadi ketika bagian otak yang disebut hipotalamus menggeser titik setel suhu tubuh normal Anda ke atas. Ketika hal ini terjadi, maka Anda mungkin merasa kedinginan dan memakai pakaian yang lebih hangat  atau mungkin mulai menggigil untuk menghasilkan lebih banyak panas tubuh. Ini akhirnya menghasilkan suhu tubuh yang lebih tinggi.

Ada banyak kondisi berbeda yang dapat memicu demam. Beberapa kemungkinan penyebab demam seperti berikut ini.  

  • terdapat infeksi di dalam tubuh, termasuk flu dan pneumonia
  • setelah melakukan imunisasi, seperti difteri atau tetanus (pada anak-anak)
  • terjadi proses tumbuh gigi untuk demam yang dialami oleh bayi
  • mengalami beberapa penyakit yang menimbulkan inflamasi, termasuk rheumatoid arthritis (RA) dan penyakit Crohn
  • terjadi penggumpalan darah
  • terbakar sinar matahari secara ekstrim
  • menderita keracunan makanan
  • konsumsi beberapa obat tertentu, termasuk antibiotik

Gejala tambahan demam adalah sebagai berikut:

  • berkeringat
  • gemetar
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • kehilangan selera makan
  • dehidrasi
  • tubuh menjadi lemah

Pengobatan untuk Meredakan Demam

Demam pada umumnya bukan merupakan masalah yang serius, Anda juga bisa meredakannya dengan mengonsumsi obat OTC seperti Sanmol Tablet. Demam ringan juga merupakan bagian dari respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi karena bakteri, virus, dan patogen lainnya. Mekanisme demam ini membantu tubuh melawan infeksi.

Namun, demam bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, dan demam tinggi terkadang dapat menyebabkan komplikasi. Oleh karena itu, dokter terkadang merekomendasikan obat yang disebut antipiretik untuk menurunkan suhu tubuh seseorang.

Contohnya termasuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen. Acetaminophen (Tylenol) juga dapat mengurangi demam. Aspirin dapat membantu meredakan demam, akan tetapi obat tersebut tidak cocok untuk anak-anak, dan mungkin tidak cocok untuk orang yang menggunakan pengencer darah.

Jika Anda sedang mengalami demam dan menjadi mengeluarkan banyak berkeringat, hal ini mungkin mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, Anda harus mengonsumsi banyak cairan untuk mencegah komplikasi.

Cara Mengobati Penyebab Demam

Demam adalah gejala, bukan penyakit. Dokter dapat melakukan tes untuk mengidentifikasi penyebabnya. Jika demam disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan obat antibiotik. Jika demam berasal dari infeksi virus, dokter juga dapat merekomendasikan untuk mengonsumsi NSAID untuk meredakan gejalanya.

Antibiotik tidak akan menghentikan virus. Oleh karena itu, dokter tidak akan meresepkan antibiotik untuk meredakan demam akibat infeksi virus.

Anda juga dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas di apotek atau toko terdekat di rumah Anda, seperti Sanmol Tablet.

Sanmol Tablet merupakan obat yang mengandung parasetamol sebanyak 500 mg yang memiliki khasiat seperti:

  • Meredakan demam pada anak dan orang dewasa
  • Meringankan nyeri pada sendi serta otot tubuh
  • Meredakan rasa sakit pada gigi dan kepala
  • Mengobati nyeri dan demam yang diakibatkan karena flu.

Meski memiliki banyak manfaat, Sanmol Tablet juga memiliki efek samping seperti:

  • Menimbulkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, nyeri pada perut bagian atas, membuat feses berwarna agak gelap.
  • Menimbulkan gangguan pada kulit seperti biduran, gatal-gatal serta ruam.
  • Menyebabkan timbulnya gangguan lain seperti tubuh menjadi lelah, kehilangan nafsu makan, tekanan darah menjadi turun, berkurangnya jumlah trombosit, serta berkurangnya jumlah sel darah putih.

Parasetamol yang terkandung pada Sanmol tablet memiliki takaran dosis yang tepat sehingga dapat dikonsumsi oleh anak-anak berusia 6 tahun hingga orang dewasa. Parasetamol juga mengandung sifat antiinflamasi sehingga dapat mencegah peradangan ketika terjadi infeksi. Anda bisa mendapatkan Sanmol Tablet dengan harga Rp2.200 untuk kemasan strip isi 4 tablet.

Yuk, Cegah Cacingan Dengan Combantrin!

Pada beberapa anak mungkin pernah atau sedang mengalami yang namanya cacingan. Tahukah Anda, cacingan tidak hanya bisa terjadi pada anak-anak saja, tetapi bisa pula terjadi pada orang dewasa. Namun, pada orang dewasa biasanya cacingan tidak disadari. Padahal jika tidak diatasi bisa menimbulkan masalah yang serius. 

Combantrin dipercaya dapat mengatasi cacingan pada anak. Nah, berikut kami akan membahas bagaimana Combantrin dapat mengatasi cacingan pada anak dan beberapa cara lain untuk mengatasi cacingan pada anak atau orang dewasa. Yuk, simak ulasannya pada artikel berikut! 

Apa itu cacingan? 

Ada banyak jenis cacing usus, tetapi yang paling umum adalah cacing kremi. Cacing kremi merupakan salah satu jenis cacing yang banyak ditemukan pada anak usia prasekolah dan sekolah, pun dengan orang dewasa. 

Cacing kremi menyebabkan bokong yang sangat gatal, dan biasanya akan memburuk pada malam hari. Jika anak Anda terinfeksi cacing kremi, biasnaya tidak serius dan dapat diobati dengan mudah dengan obat-obatan. 

Tanda dan gejala cacingan

Jika anak atau Anda menderita cacingan, mereka mungkin mengalami:

  • Kembung 
  • Diare
  • Kelelahan atau merasa lemah
  • Bergas
  • Mual
  • Mengeluarkan cacing di tinja Anda
  • Sakit perut atau nyeri tekan
  • Muntah 
  • Penurunan berat badan 
  • Gatal pada bagian bokong yang bisa menjadi merah dan meradang karena garukan
  • Tidak bisa tidur nyenyak
  • Nafsu makan yang berkurang

Combantrin 

Combantrin adalah obat cacing yang dapat mengatasi:

  • Cacing kremi (Enterobius vermicularis)
  • Cacing gelang (Ascaris lumbricoides)
  • Cacing tambang (Ancylostoma suodenale)
  • Cacing Trichostrongyfus colubriformis dan Trichostrongylus orientalls

Setiap tablet Combantrin 125 mg mengandung Pirantel Pamoat setara dengan pyrantel base 125 mg. Pirantel Pamoat dapat dgunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh satu jenis cacing atau lebih pada orang dewasa dan anak-anak. Obat ini dapat ditoleransi dan tidak akan melekat pada pakaian oleh kontaminasi feses. 

Apabila salah satu keluarga Anda menderita infeksi dari beberapa jenis cacing di atas, maka besar kemungkinan anggota keluarga lainnya juga terinfeksi hal yang sama namun tidak terindentifikasi. Oleh karena itu, dianjurkan agar seluruh anggota keluarga mengonsumsi Pirantel Pamoat serta menjaga kebersihan lingkungan dan pakaian untuk mencegah terjadinya infeksi kembali. 

Cara lain mengatasi cacingan

Selain menggunakan Combantrin, praktisi pengobatan alami terkadang merekomendasikan strategi diet tertentu dalam pengobatan cacingan untuk mengoptimalkan asam lambung, yang melindungi dari parasit atau cacing yang ditularkan melalui makanan. Hal ini meliputi:

  • Untuk sementara hindari kopi, gula rafinasi, alkohol, dan biji-bijian olahan
  • Menambahkan lebih banyak bawang putih dalam makanan Anda
  • Meningkatkan konsumsi wortel, ubi jalar, labu, dan makanan lain yang tinggi beta-karoten (precursor, vitamin A, yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap penetrasi oleh cacing)
  • Membangun kembali bakteri menguntungkan di usus Anda dengan mengonsumsi makanan kaya probiotik seperti yogurt
  • Makan makanan yang kaya vitamin C dan vitamin B
  • Menghindari daging atau ikan mentah 

Beberapa praktisi juga menyarankan pembersihan atau detoks usus, pendekatan yang melibatkan penggunaan diet serat tinggi dengan suplemen yang dapat membantu Anda dalam membersihkan cacingan atau parasit usus. 

Jadi, Combantrin adalah obat cacing yang dapat mengatasi cacingan dengan cara membunuh cacing, dengan mendepolarisasi senyawa penghambat neuromuskuler dan mengeluarkannya dari dalam tubuh Anda, biasanya tanpa memerlukan pencahar lainnya. 

Namun, perlu Anda ingat untuk mencegah infeksi berulang atau salah satu keluarga ada yang mengalami cacingan, pastikan seluruh keluarga Anda mengonsumsi Combantrini. 

Khasiat Erphamazol Krim, Cara Pakai dan Efek Sampingnya

Erphamazol krim adalah obat anti jamur yang diindikasikan untuk infeksi jamur terutama kandidiasis dan pitiriasis versicolor. Kandidiasis adalah kondisi pertumbuhan jamur berlebih di mulut, area genital, atau bagian tubuh lainnya. Sebagian besar kasus kandidiasis dapat diobati dengan mudah dengan obat bebas (OTC) atau resep.

Sedangkan pitiriasis versicolor merupakan jamur penyebab panu. Jamur ini lebih sering menginfeksi remaja atau dewasa awal 20-an dan tidak berkaitan dengan tingkat kebersihan seseorang. Pitiriasis versicolor biasanya mempengaruhi dada, pungung, lengan, kaki, atau leher.

Khasiat obat Erphamazol Krim

Krim Erphamazol mengandung bahan aktif clotrimazole yang termasuk dalam obat anti jamur golongan imidazole. Senyawa ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan jamur yang menyebabkan infeksi.

Erphamazol krim digunakan untuk mengatasi kandidiasis dan infeksi jamur pitiriasis versicolor. Selain itu klotrimazol juga efektif mengobati infeksi kulit akibat jenis jamur lainnya, termasuk:

  • Kurap (tinea corporis)
  • Gatal selangkangan atau jock itch (tinea cruris)
  • Kutu air atau kaki atlet (tinea pedis)

Dosis dan aturan pakai

Erphamazol dapat dioleskan secara tipis dan merata pada kulit yang terdampak sebanyak dua kali sehari, di pagi dan malam hari. Pastikan tangan dan area yang gatal dalam kondisi bersih dan kering. Gunakan krim sesuai dengan petunjuk kemasan atau arahan dokter. 

Jangan berikan ke kulit dengan luka terbuka. Erphamazol merupakan obat luar, jangan biarkan obat masuk ke mata atau tidak sengaja tertelan. 

Untuk mengatasi gatal selangkangan, biasanya gejala akan membaik setelah 2 minggu pengobatan. 

Jika Anda menggunakan Erphamazol untuk mengobati kaki atlet atau kutu air, pastikan ruang di antara jari-jari kaki Anda diobati seluruhnya. Kenakan sepatu yang pas untuk mendukung sirkulasi udara, dan ganti sepatu dan kaus kaki minimal sekali sehari. Pengobatan dengan krim clotrimazole akan sembuh dalam waktu kurang lebih 4 minggu pengobatan rutin. 

Jika Anda melewati satu dosis, jangan aplikasikan dosis ekstra pada waktu pemberian berikutnya atau mengganti dosis yang terlewat terlalu berdekatan dengan jadwal dosis reguler Anda. 

Efek samping

Erphamazol bisa menyebabkan efek samping kulit memerah (ruam), dan iritasi. Hentikan penggunaan jika muncul tanda reaksi alergi lainnya dan konsultasikan dengan dokter terkait masalah ini:

  • Kulit melepuh
  • Bengkak
  • Gatal
  • Sensasi terbakar 
  • Rasa menyengat
  • Kulit pecah-pecah
  • Kulit mengelupas

Efek samping lain yang jarang terjadi termasuk hipotensi, dispnea, dan urtikaria. 

Bolehkah Erphamazol digunakan untuk anak-anak

Clotrimazole pada Erphamazol diklaim bisa digunakan untuk mengobati ruam popok akibat candida. Namun keamanan dan efektivitas Erphamazol bagi anak di bawah usia 3 tahun belum dikeahui sehingga penggunaannya tidak dianjurkan. 

Pasien yang memiliki riwayat alergi atau hipersensitif terhadap clotrimazole atau obat golongan imidazole lainnya juga tidak disarankan menggunakan Erphamazol.

Adapun obat ini termasuk kategori obat B, yang berarti cukup aman digunakan oleh ibu hamil dan tidak akan membahayakan janin. Namun penggunaannya harus dibawah pengawasan dokter atau bidan. 

Catatan

Erphamazol mengandung bahan aktif clotrimazole yang efektif mengobati sebagian besar infeksi jamur. Namun obat ini tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi jamur kuku atau kulit kepala. 

Meski bisa dibeli tanpa resep dokter, sebaiknya konsultasikan penggunaannya terlebih dahulu dengan dokter, apoteker, atau petugas medis profesional lainnya. Bicarakan dengan dokter suplemen, obat, atau herbal yang sedang Anda gunakan dan kondisi kesehatan Anda saat ini. 

Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan krim yang mengandung clotrimazole bersamaan dengan obat lain dapat menyebabkan kerusakan kulit.  

10 Rekomendasi Obat Penambah Nafsu Makan untuk Anak Terbaik

Anak susah makan membuat orang tua jadi pusing tujuh keliling, benar kan? Saat hal ini terjadi, Ibu dan Ayah akan sibuk mencari cara untuk mengembalikan nafsu makan anak. Bisa dengan mengulas berbagai resep baru, hingga mencari obat penambah nafsu makan anak

Obat penambah nafsu makan anak memang mudah ditemukan di pasaran. Ada banyak merk dengan keunggulan masing-masing. Namun, mungkin Anda akan bingung memilih mana suplemen penambah nafsu makan yang cocok untuk anak. Tentu Anda menginginkan suplemen yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi anak. Berikut akan dibahas rekomendasi vitamin yang bisa jadi pilihan Anda.

Rekomendasi Obat Penambah Nafsu Makan Anak yang Bisa Dicoba

  1. Blackmores Superkids Multi Chewables

Anda perlu selektif dalam memilih suplemen penambah nafsu makan karena mengandung gula yang cukup tinggi di dalamnya. Akan tetapi berbeda dengan Blackmores Superkids Multi Chewables ini. Suplemen ini 99,5 persen tanpa gula. 

Jangan khawatir, meskipun bebas gula, vitamin ini tetap terasa manis yang berasal dari kandungan Xylitol dan Stevia yang cenderung aman dikonsumsi anak. Anda tidak perlu takut bila dikonsumsi oleh anak dengan keluarga riwayat diabetes. Selain itu, Blackmores superkids multi chewables ini juga menggunakan pewarna dan perasa alami dari jus black carrot dan stroberi. 

Obat ini tidak hanya menambah nafsu makan tapi juga bisa memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh anak.

  1. Curmunos Sirup

Tidak hanya bisa dikonsumsi oleh orang dewasa, tapi suplemen ini juga bisa bisa dikonsumsi oleh anak-anak untuk menambah nafsu makan. 

Curmunos sirup ini bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh anak selama masa pertumbuhan. Suplemen ini bisa mencegah anak mengalami malnutrisi karena sulit makan. Obat penambah nafsu makan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral berupa vitamin A, B1, B2, B6, curcumin, Echinacea, DHA, lysine, kolustrum bovine, dan Dexpanthotenol. 

Dari satu produk Curmunos sirup ini bisa menambah nafsu makan anak dan juga menjaga daya tahan tubuh dengan baik.

  1. Curcuma Plus

Produk dari Curcuma Plus tentu sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang. Suplemen ini memang jadi penyelamat untuk anak yang suda pilih-pilih makanan. Suplemen ini terbuat dari temulawak yang diyakini bisa meningkatkan nafsu makan anak. 

Tidak hanya itu, dalam suplemen Curcuma Plus mengandung ekstrak 11 sayuran dan buah-buahan. Sehingga suplemen ini sangat cocok untuk jadi pilihan anak yang menolak makan sayuran. Curcuma Plus ini bisa dikonsumsi oleh anak mulai dari usia satu tahun ke atas. 

  1. Apialys

Penambah nafsu makan anak selanjutnya adalah Apialys yang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin harian anak.

Selain itu, manfaat lain dari suplemen Apialys ini juga menambah nafsu makan anak, membantu mengoptimalkan proses tumbuh kembang, dan meningkatkan daya tahan tubuh. 

Apialys mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, dan juga vitamin D. Selain itu ada pula kandungan lysine HCL, D-pantothenol, dan juga I-glutamic acid. Berbagai kandungan dalam apialys ini aman untuk dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak.

  1. Likurmin Sirup

Bagi anak yang mengalami gangguan nafsu makan, bisa diberikan Likurmin Sirup ini. Suplemen ini bekerja dengan mendorong keinginan makan anak. Kandungan dalam produk ini juga lengkap seperti Vitamin B kompleks, asam pantotenat, niacinamide, kurkuminoid, serta asam amino yang akan mendukung tumbuh kembang anak.

  1. Mollers Tran Cod Liver Oil

Suplemen Mollar Tran Cod Liver Oil vitamin yang berasal dari Norwegia yang terkenal dapat meningkatkan nafsu makan anak. Vitamin ini terbuat dari minyak hati ikan kod tanpa melewati proses pengawetan.

Minyak hati ikan kod ini merupakan sumber dari vitamin A, vitamin D, serta asam lemak omega-3 EPA dan DHA. Semua kandungan ini baik untuk pertumbuhan tubuh anak.

Berbagai fungsi baik minyak ikan cod untuk tubuh seperti merangsang perkembangan otak, menambah nafsu makan, dan menjaga daya tahan tubuh. Suplemen ini juga bisa dikonsumsi oleh semua usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

  1. VegeBlend 21 jr

Anak memang kebanyakan tidak suka makan sayur. Padahal nutrisi dalam sayuran baik untuk tumbuh kembang anak. Nah, Anda bisa memilih VegeBlend 21jr ini karena mengandung 275mg sari sayuran alami dari 21 jenis sayur. Selain itu, suplemen ini mengandung 40mg serat sayur, dan berbagai vitamin serta mineral. VegeBlend 21jr ini tidak hanya meningkatkan nafsu makan anak, tapi juga memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, membantu mengoptimalkan pertumbuhan tulang dan juga otak anak.

  1. Vitabumin

Madu punya beragam manfaat baik bagi kesehatan tubuh, termasuk untuk menambah nafsu makan. Dalam Vitabumin mengandung madu yang terbukti mampu meningkatkan nafsu makan anak. 

Vitabumin ini tidak hanya mengandung madu, tapi juga mengandung asupan protein dan temulawak. Suplemen ini selain menambah nafsu makan, juga bermanfaat meningkatkan kecerdasan otak dan daya tahan tubuh anak.

  1. Vidoran Plus

Suplemen penambah nafsu makan selanjutnya adalah Vidoran Plus yang mengandung Lysine, Omega 3, dan Curcuma. Suplemen ini punya varian rasa yang pasti disukai anak-anak, seperti rasa jeruk.

Suplemen ini juga diformulasikan untuk meningkatkan proses belajar anak, memaksimalkan daya tahan tubuh, dan juga merangsang tumbuh kembang anak.

  1. Scotts Emulsion

Scotts Emulsion tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Sebab, suplemen yang satu ini dikenal sebagai vitamin yang cocok untuk mengatasi anak yang sulit makan. Vitamin ini bisa dikonsumsi oleh anak berusia 1-12 tahun. 

Scotts Emulsion mengandung minyak ikan kod yang kaya akan vitamin A, D, Omega-2 DHA dan EPA, serta mengandung kalsium.

Itulah 10 rekomendasi obat penambah nafsu makan anak yang bisa Anda coba. Suplemen memang bisa jadi solusi cepat mengatasi anak yang susah makan, akan tetapi anak tetap butuh asupan makan yang sehat dan bergizi.