Khasiat Erphamazol Krim, Cara Pakai dan Efek Sampingnya

Erphamazol krim adalah obat anti jamur yang diindikasikan untuk infeksi jamur terutama kandidiasis dan pitiriasis versicolor. Kandidiasis adalah kondisi pertumbuhan jamur berlebih di mulut, area genital, atau bagian tubuh lainnya. Sebagian besar kasus kandidiasis dapat diobati dengan mudah dengan obat bebas (OTC) atau resep.

Sedangkan pitiriasis versicolor merupakan jamur penyebab panu. Jamur ini lebih sering menginfeksi remaja atau dewasa awal 20-an dan tidak berkaitan dengan tingkat kebersihan seseorang. Pitiriasis versicolor biasanya mempengaruhi dada, pungung, lengan, kaki, atau leher.

Khasiat obat Erphamazol Krim

Krim Erphamazol mengandung bahan aktif clotrimazole yang termasuk dalam obat anti jamur golongan imidazole. Senyawa ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan jamur yang menyebabkan infeksi.

Erphamazol krim digunakan untuk mengatasi kandidiasis dan infeksi jamur pitiriasis versicolor. Selain itu klotrimazol juga efektif mengobati infeksi kulit akibat jenis jamur lainnya, termasuk:

  • Kurap (tinea corporis)
  • Gatal selangkangan atau jock itch (tinea cruris)
  • Kutu air atau kaki atlet (tinea pedis)

Dosis dan aturan pakai

Erphamazol dapat dioleskan secara tipis dan merata pada kulit yang terdampak sebanyak dua kali sehari, di pagi dan malam hari. Pastikan tangan dan area yang gatal dalam kondisi bersih dan kering. Gunakan krim sesuai dengan petunjuk kemasan atau arahan dokter. 

Jangan berikan ke kulit dengan luka terbuka. Erphamazol merupakan obat luar, jangan biarkan obat masuk ke mata atau tidak sengaja tertelan. 

Untuk mengatasi gatal selangkangan, biasanya gejala akan membaik setelah 2 minggu pengobatan. 

Jika Anda menggunakan Erphamazol untuk mengobati kaki atlet atau kutu air, pastikan ruang di antara jari-jari kaki Anda diobati seluruhnya. Kenakan sepatu yang pas untuk mendukung sirkulasi udara, dan ganti sepatu dan kaus kaki minimal sekali sehari. Pengobatan dengan krim clotrimazole akan sembuh dalam waktu kurang lebih 4 minggu pengobatan rutin. 

Jika Anda melewati satu dosis, jangan aplikasikan dosis ekstra pada waktu pemberian berikutnya atau mengganti dosis yang terlewat terlalu berdekatan dengan jadwal dosis reguler Anda. 

Efek samping

Erphamazol bisa menyebabkan efek samping kulit memerah (ruam), dan iritasi. Hentikan penggunaan jika muncul tanda reaksi alergi lainnya dan konsultasikan dengan dokter terkait masalah ini:

  • Kulit melepuh
  • Bengkak
  • Gatal
  • Sensasi terbakar 
  • Rasa menyengat
  • Kulit pecah-pecah
  • Kulit mengelupas

Efek samping lain yang jarang terjadi termasuk hipotensi, dispnea, dan urtikaria. 

Bolehkah Erphamazol digunakan untuk anak-anak

Clotrimazole pada Erphamazol diklaim bisa digunakan untuk mengobati ruam popok akibat candida. Namun keamanan dan efektivitas Erphamazol bagi anak di bawah usia 3 tahun belum dikeahui sehingga penggunaannya tidak dianjurkan. 

Pasien yang memiliki riwayat alergi atau hipersensitif terhadap clotrimazole atau obat golongan imidazole lainnya juga tidak disarankan menggunakan Erphamazol.

Adapun obat ini termasuk kategori obat B, yang berarti cukup aman digunakan oleh ibu hamil dan tidak akan membahayakan janin. Namun penggunaannya harus dibawah pengawasan dokter atau bidan. 

Catatan

Erphamazol mengandung bahan aktif clotrimazole yang efektif mengobati sebagian besar infeksi jamur. Namun obat ini tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi jamur kuku atau kulit kepala. 

Meski bisa dibeli tanpa resep dokter, sebaiknya konsultasikan penggunaannya terlebih dahulu dengan dokter, apoteker, atau petugas medis profesional lainnya. Bicarakan dengan dokter suplemen, obat, atau herbal yang sedang Anda gunakan dan kondisi kesehatan Anda saat ini. 

Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan krim yang mengandung clotrimazole bersamaan dengan obat lain dapat menyebabkan kerusakan kulit.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *