8 Penyebab Keputihan Berlebihan, Yuk Dipahami!

8 Penyebab Keputihan Berlebihan, Yuk Dipahami!

Keputihan adalah pertanda kesehatan sistem reproduksi wanita. Lalu, apa yang terjadi saat keputihan berlebihan? Apa penyebab keputihan berlebihan?

Keputihan normal mengandung campuran lendir serviks, cairan vagina, sel-sel mati, dan bakteri.

Wanita mungkin mengalami keputihan berat dari gairah atau selama ovulasi. Namun, keputihan berlebihan yang berbau tidak sedap atau terlihat tidak biasa dapat mengindikasikan kondisi yang mendasarinya.

Setidaknya ada 8 penyebab keputihan berlebihan yang sering dijumpai. Apa saja? Yuk disimak!

1. Gairah

Gairah seksual memicu sejumlah respons fisik dalam tubuh wanita. Gairah meningkatkan aliran darah ke alat kelamin. Jadi, pembuluh darah akan membesar dan mendorong cairan ke permukaan dinding vagina.

Keputihan yang disebabkan oleh gairah umumnya berwarna bening, berair, dan dengan tekstur licin. Cairan ini nanti akan membantu melumasi vagina dalam hubungan seks.

Tanda-tanda gairah wanita umumnya meliputi:

  • Denyut jantung dan pernapasan meningkat
  • Kemerahan pada wajah, leher, dan dada
  • Pembengkakan payudara
  • Puting mengeras

2. Ovulasi

Keputihan meningkat di tengah siklus menstruasi wanita, sekitar hari ke-14, saat tubuh bersiap melepas sel telur dari ovarium. Saat masa ovulasi semakin dekat, keputihan akan terasa lebih basah, lebih jernih, dan lebih elastis.

Setelah sel telur dilepaskan, debit keputihan bisa berkurang dan berubah menjadi keruh atau kental. Gejala ovulasi lainnya termasuk peningkatan suhu tubuh, nyeri perut satu sisi, dan muncul bercak.

3. Stres atau kasus ketidakseimbangan hormon

Ketidakseimbangan hormon karena stres atau kondisi kesehatan lainnya, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), juga dapat menyebabkan peningkatan keputihan.

PCOS memengaruhi sekitar 10 persen wanita usia sehat reproduksi. Sebagian mengalami keputihan lebih sedikit, sebagian lain mengalami keputihan yang meluap.

4. Reaksi alergi

Sama seperti bagian tubuh lainnya, reaksi alergi di dalam atau di sekitar vagina juga sangat mungkin terjadi. Beberapa penyebab alergi yang sering dijumpai antara lain pembersih vagina, pakaian, dan tisu toilet.

Selain keputihan berlebihan, wanita mungkin mengalami:

  • Gatal-gatal
  • Kemerahan
  • Nyeri saat berhubungan seks atau saat buang air kecil

5. Konsumsi antibiotik

Antibiotik sangat membantu untuk jenis-jenis penyakit tertentu. Namun, konsumsi antibiotik juga dapat mengganggu keseimbangan bakterial di vagina.

Kondisi ini bisa menyebabkan infeksi jamur (infeksi ragi) yang sering ditandai dengan peningkatan keputihan dengan tekstur kekuningan kental.

Gejala lainnya meliputi:

  • Gatal-gatal
  • Ruam
  • Nyeri
  • Rasa terbakar saat berhubungan seks atau buang air kecil

6. Penggunaan intrauterine device (IUD)

IUD adalah salah satu jenis alat kontrasepsi wanita yang dimasukkan ke dalam uterus. IUD sangat baik untuk mencegah kehamilan dalam jangka panjan, tapi IUD tetaplah benda asing bagi vagina.

Ada berbagai macam kasus karena IUD, mulai dari keputihan berwarna coklat, keputihan berair, hingga keputihan berbau. Temui dokter jika Anda mengalami tanda-tanda infeksi seperti:

  • Keputihan kuning, hijau, atau abu-abu
  • Bau busuk yang bertahan lama
  • Pembengkakan di area sekitar lubang vagina
  • Rasa sakit atau nyeri di sekitar lubang vagina

7. Konsumsi Pil KB

Pil KB adalah alat pengendali kehamilan bersifat hormonal. Ada banyak keuntungan dari pil KB, tapi mungkin ada beberapa efek samping yang harus diwaspadai.

Keputihan berlebihan termasuk dalam salah satu efek samping konsumsi pil KB. Anda juga mungkin mengalami beberapa gejala lain seperti:

  • Pusing atau sakit kepala
  • Mual
  • Payudara lembek
  • Perubahan libido

8. Tanda-tanda awal kehamilan

Hampir semua wanita mengalami keputihan berlebihan di awal dan selama masa kehamilan. Keputihan ini justru membantu melindungi janin dari infeksi yang mungkin menjalar dari vagina ke dalam rahim.

Keputihan ini mungkin encer dan bening. Gejala awal kehamilan lainnya termasuk:  

  • Telat haid
  • Payudara lembek
  • Mual
  • Kelelahan
  • Buang air kecil meningkat

Tips mengatasi keputihan berlebihan

Sebagian besar keputihan berlebihan mungkin bukan kabar buruk. Namun, wajar jika Anda merasa tidak nyaman karena volume yang terlalu banyak. Untuk itu, ada beberapa tips mengatasi keputihan berlebihan yang bisa Anda terapkan, yaitu:

  • Gunakan panty liners saat mengalami keputihan berlebihan. Langkah ini dapat menjaga celana dalam tetap kering dan membantu Anda tetap beraktivitas dengan nyaman.
  • Gunakan celana dalam bahan katun. Katun juga mungkin bisa membantu mencegah infeksi jamur. Tekstur katun yang lembut dan berongga dapat membantu vagina bernapas lebih bebas.
  • Usap dari bagian depan ke bagian belakang vagina. Langkah ini tampak sederhana, tapi sangat penting untuk mengurangi risiko infeksi tertentu.
  • Pilih pembersih vagina tidak beraroma. Secara umum, sebaiknya vagina tidak dibersihkan dengan sabun. Namun, jika mau, Anda bisa membersihkan area luar vagina dengan sabun khusus.

Demikian 8 penyebab keputihan berlebihan yang sering terjadi. Secara umum, Anda tidak perlu khawatir asalkan warna dan bau cairan keputihan masih terbilang aman. Semoga membantu, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *