Cara Tepat Melakukan Perawatan Vagina

Cara Tepat Melakukan Perawatan Vagina

Melakukan perawatan vagina sangat penting untuk menjaga organ kewanitaan tetap sehat. Sebab, vagina yang terawat dengan bagi dapat mencegah munculnya berbagai masalah kesehatan di area kewanitaan. Bukan hanya itu, masalah atau penyakit yang muncul pada organ kewanitaan dapat berpengaruh pada kesehatan secara menyeluruh.

Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang memiliki perawatan paling mudah. Namun, terkadang, banyak orang yan masing terbuai dengan produk perawatan vagina yang belum tentu aman untuk digunakan atau dibutuhkan.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai perawatan vagina, perlu diketahui vagina merupakan organ reproduksi berbentuk saluran penghubung ke rahim. Organ ini memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri, karena itu produk perawatan vagina sebenarnya tidak sangat dibutuhkan.

Bagaimana perawatan vagina yang benar?

Umumnya, kesehatan vagina juga dipengaruhi oleh kesehatan tubuh. Wanita dapat menjaga kesehatan alat reproduksinya dengan menjaga kesehatan tubuh seperti melakukan olahraga dan melakukan gaya hidup sehat. Cari tahun cara-cara merawat vagina dengan benar. 

Sekresi atau cairan vagina

Selain saat menstruasi, sangat normal bagi vagina untuk mengeluarkan cairan bening atau keputihan. Cairan yang seperti lendir ini diproduksi dari leher rahim atau lebih dikenal dengan serviks.

Perlu dicatat bahwa keputihan tidak selalu pertanda buruk. Meski ada mitos yang mengatakan keputihan yang banyak atau jernih berhubungan dengan infeksi menular seksual, namun perubahan jumlah keputihan bisa jadi merupakan hormonal. Dengan kata lain, keputihan dapat terjadi karena siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause.

Karakter dan jumlah keputihan sangat bervariasi sepanjang siklus menstruasi wanita. Misalnya, ketika pada masa ovulasi atau saat ovarium melepas sel telur, cairan yang keluar akan menjadi lebih tebal dan melar, seperti putih telur mentah.

Keputihan yang sehat seharusnya tidak memiliki bau atau warna yang kuat. Beberapa wanita mungkin merasa basah dan tidak nyaman dengan keputihan yang terjadi, tetapi seharusnya keputihan tidak menyebabkan rasa gatal atau nyeri di sekitar vagina. Karena itu, ketika terjadi perubahan pada keputihan yang dirasa tidak normal seperti adanya warna yang pekat atau mulai berbau dan gatal lebih baik segera temui dokter.

Membersihkan vagina

Dalam memberikan perawatan vagina sebaiknya hindari penggunaan produk yang memiliki wangi dan bahan kimia yang dapat merusak tingkat pH. Penggunaan produk perawatan vagina yang berlebihan dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri dalam vagina dan menyebabkan iritasi bahkan infeksi.

Untuk membersihkan vagina, lebih baik menggunakan sabun biasa tanpa pewangi untuk mencuci area vulva. Bersihkan vagina dengan lembut dan teratur setiap harinya. Vagina sebenarnya akan membersihkan dirinya sendiri secara alami dengan mengeluarkan cairan keputihan. Selain itu, juga sangat penting untuk membersihkan area perineum, yaitu daerah antara vagina dan anus, setidaknya sehari sekali untuk menjaga kesehatan vagina.

Produk perawatan vagina

Produk perawatan vagina yang memiliki parfum, seperti tisu beraroma atau deodoran vagina dapat mengganggu keseimbangan alami vagina yang sehat. Mencuci vagina dengan sabun biasa dan air saja sebenarnya sudah sangat cukup untuk menjaga vagina tetap sehat. 

Penting untuk diingat bahwa normal sekali jika vagina mengeluarkan aroma khasnya. Namun, apabila bau tersebut sangat mengganggu dan Anda harus menutupinya dengan produk wewangian, Anda harus menemui dokter umum segera untuk memeriksa gejala penyakit serius seperti infeksi jamur atau iritasi.

Jika Anda benar-benar ingin menggunakan produk perawatan vagina, pastikan produk tersebut hipoalergenik, ramah pH, merupakan alat pembersih yang ringan, tidak iritan, mencegah kekeringan, dan dapat memelihara keseimbangan mikroflora.

Selain itu, hindari douching atau teknik membersihkan bagian dalam vagina dengan menyemprotkan larutan air dengan cuka, soda kue, atau yodium. Douching sangat tidak disarankan karena dapat mengganggu keseimbangan vagina normal yang membuat vagina rentan terhadap infeksi atau penyakit kelamin lainnya.

Terakhir, dalam melakukan perawatan vagina adalah dengan mengunjungi dokter kandungan secara rutin. Semua wanita berusia 25-64 tahun harus melakukan pemeriksaan serviks secara teratur. Hal ini bertujuan untuk melihat adanya perubahan abnormal pada vagina dan dapat mencegah adanya infeksi atau penyakit serius pada organ kewanitaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *