Puting Payudara Terasa Panas, Haruskah Khawatir?

Puting payudara terasa panas, kenapa? Pertanyaan ini mungkin pernah membuat Anda khawatir, khususnya jika pertama kali mengalaminya.

Kasus payudara panas atau sensasi terbakar sebenarnya cukup sering terjadi dan memang mengganggu banyak wanita. Tentu gejalanya berbeda-beda, tergantung kondisi yang mendasarinya.

Benjolan di payudara belum tentu kanker dan bisa jadi tumor jinak

Untungnya, pada sebagian besar kasus, Anda tidak perlu terlalu khawatir dengan payudara terasa panas. Setidaknya ada 5 alasan penyebab sensasi terbakar pada payudara, sebagian besar adalah penyebab minor. Yuk disimak!

1. Iritasi kulit

Kulit di puting mudah terluka, bisa menyebabkan peradangan dan nyeri. Gesekan dari pakaian atau bahan lain dapat menyebabkan payudara terasa panas seperti terbakar.

Rasa sakit ini mungkin timbul-hilang. Selain gesekan pakaian, ada beberapa penyebab iritasi kulit puting lainnya seperti:

  • Reaksi alergi untuk pakaian baru, deterjen, atau produk kecantikan
  • Bra atau sports bra yang tidak fit untuk ukuran payudara
  • Memar atau luka karena aktivitas seksual
  • Menyusui, mungkin gigitan bayi tidak tepat
  • Gigitan serangga

Jika puting terbakar karena iritasi kulit dan Anda sedang tidak menyusui, coba oleskan krim hydrocortisone yang dapat membantu meredakan gejala.

2. Infeksi

Infeksi payudara cukup sering terjadi bagi ibu menyusui, tapi bisa juga terjadi pada wanita yang tidak menyusui.

Salah satu masalah yang sering terjadi adalah mastitis, yakni peradangan pada jaringan payudara. Kondisi ini kerap dialami ibu menyusui dan dapat menyebabkan masalah lainnya seperti:

  • Payudara bengkak dan kemerahan
  • Payudara terasa sakit dan terasa lembek
  • Sensasi payudara terbakar
  • Payudara terasa hangat saat disentuh
  • Demam dan menggigil
  • Gejala seperti flu

3. Kehamilan dan menyusui

Payudara mengalami banyak perubahan dalam masa kehamilan. Mendekati masa melahirkan, ukuran payudara akan membesar dan menjadi lebih lembut. Kulit payudara tertarik melebar, akibatnya puting terasa kasar dan iritasi.

Posisi mulut bayi

Setelah kehamilan, banyak wanita yang mengalami nyeri puting karena menyusui. Umumnya rasa nyeri ini disebabkan karena posisi mulut bayi yang tidak tepat.

Anda membutuhkan banyak percobaan untuk mengetahui posisi dan teknik terbaik sesuai dengan gaya menyusu si kecil. Coba pastikan mulut si kecil dapat menutupi sebagian besar areola untuk mengurangi tekanan pada puting.

Seriawan

Menariknya, wanita menyusui juga bisa terkena masalah seriawan puting karena infeksi jamur. Bayi bisa terkena seriawan dan menularkan pada ibunya ketika menyusui. Sariawan juga bisa menyebar dari satu sisi payudara ke sisi lainnya.

Gejala sariawan pada puting meliputi:

  • Sensasi terbakar
  • Nyeri ekstrem yang konstan atau hanya saat menyusui
  • Rasa sakit yang tajam, menusuk, dan panas sesaat setelah menyusui
  • Kulit puting terkelupas

4. Perubahan hormon

Nyeri payudara juga sering dikaitkan dengan masalah perubahan hormonal. Bahkan ada siklus payudara nyeri yang terjadi setiap bulan, sekitar masa-masa awal menstruasi.

Umumnya rasa nyeri yang dirasakan sedikit kebas, tapi beberapa wanita mengalami sensasi terbakar. Untungnya, nyeri payudara karena aktivitas hormonal biasanya hilang dengan sendirinya ketika level hormon kembali ke level normal.

5. Penyakit Paget Payudara (Paget’s disease of the nipple)

Penyakit ini adalah bentuk kanker payudara yang langka. Sel kanker tumbuh di dalam atau di sekitar puting. Gejala penyakit Paget payudara mungkin hilang-timbul, membuatnya sulit dikenali.

Meski begitu, ada beberapa gejala yang bisa Anda perhatikan seperti:

  • Kulit payudara bersisik, bercak merah
  • Sensasi terbakar
  • Gatal atau kesemutan
  • Rasa sakit dan payudara melembut
  • Puting rata
  • Keluar cairan kuning atau darah

JIka Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan lebih lanjut.

Kapan harus ke dokter?

Sebagian besar kasus payudara terasa panas atau sensasi terbakar tidak membutuhkan penanganan dokter. Namun, jika Anda mengalami gejala lain seperti yang dijelaskan di atas, sebaiknya segera temui dokter Anda.

Jika Anda ibu menyusui, coba lakukan konsultasi laktasi untuk membantu mencari teknik menyusui yang tepat dan mudah bagi si kecil dan bagi Anda sendiri. 

Lalu, jika sensasi terbakar payudara bertahan selama beberapa pekan, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *