Selain Lactacyd, Ini Cara Atasi Gatal Vagina

lactacyd untuk kewanitaan

Gatal-gatal vagina dapat menjadi gejala dari berbagai macam kondisi yang berbeda. Gatal-gatal ini dapat disebabkan karena vagina yang kering atau karena iritan zat kimia, misalnya seperti yang ditemukan di sabun berpewangi. Gatal-gatal juga dapat disebabkan karena infeksi jamur, bacterial vaginosis, dan infeksi menular seksual, dan lain-lain. Dalam banyak kasus, gatal-gatal pada vagina dapat diatasi menggunakan lactacyd. Selain itu, ada pula beberapa home remedies atau perawatan rumahan alternatif yang bisa Anda lakukan. 

Anda bisa mengatasi gatal-gatal pada vagina menggunakan lactacyd. Lactacyd merupakan pembersih daerah kewanitaan yang diformulasikan secara khusus dapat mengatasi gatal-gatal dan gangguan intim lainnya. Meskipun ada beberapa home remedies untuk gatal vagina, perawatan yang akan Anda pilih akan tergantung pada penyebab gatal-gatal. Misalnya, apabila ada gatal di dalam vagina, ada kemungkinan hal tersebut disebabkan karena infeksi jamur. Jika gatal-gatal ada di kulit di sekitar vagina, ada kemungkinan disebabkan karena eksim atau kondisi kulit lainnya. Penting untuk mengetahui kapan harus bertemu dengan dokter. Sementara itu, beberapa perawatan alternatif alami yang bisa Anda coba di antaranya adalah:

  • Mandi menggunakan baking soda. Baking soda dapat berpotensi merawat infeksi jamur sekaligus berbagai kondisi kulit gatal lainnya. Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2013, baking soda memiliki efek antijamur. Studi tahun 2014 juga menemukan bahwa baking soda dapat membunuh sel-sel Candida, sel-sel yang sama yang menyebabkan infeksi jamur. Lembaga Eksim Nasional merekomendasikan menambahkan ¼ cup baking soda ke dalam air mandi Anda, atau membuatnya menjadi pasta dan mengoleskannya ke kulit untuk merawat eksim. Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa mandi menggunakan baking soda merupakan sebuah perawatan yang efektif dalam mengatasi psoriasis. 
  • Greek yogurt. Greek yogurt merupakan sebuah home remedy yang sering digunakan untuk merawat infeksi jamur. Sebagai sebuah probiotik, yogurt mendukung pertumbuhan bakteri baik di vagina. Bakteri ini akan membunuh beberapa jamur dan menjaga vagina agar tetap sehat. Sebuah studi tahun 2012 melihat 129 ibu hamil dengan infeksi jamur. Para peneliti memberikan perawatan yogurt dan madu kepada 82 di antara mereka, dan memberikan 47 subyek lain krim anti jamur OTC. Studi menemukan bahwa campuran antara yogurt dan madu lebih efektif untuk merawat infeksi jamur vagina dibandingkan dengan obat-obatan antijamur OTC. Studi tahun 2015 melibatkan 70 wanita non-hamil memberikan kesimpulan yang serupa, yaitu madu dan yogurt lebih efektif dibanidngkan dengan krim antijamur komersil. 
  • Celana dalam katun. Memakai celana dalam yang terbuat dari bahan katun sangat bermanfaat jika Anda memiliki ketidaknyamanan di vagina dan vulva. Celana dalam yang terbuat dari katun bersifat breathable, yang berarti dapat membantu mengurangi kondisi kulit yang gatal. Memakai celana dalam yang terbuat dari 100 persen katun dapat membantu mencegah infeksi jamur, karena jamur lebih cepat tumbuh dan berkembang biak di daerah-daerah di mana tidak mendapatkan ventilasi yang baik. 
  • Krim antijamur. Jika infeksi jamur menyebabkan rasa yang sangat tidak nyaman, ada banyak krim antijamur OTC yang tersedia di apotek saat ini yang dapat memberikan rasa lega dengan cepat. Krim ini akan membunuh jamur, yang mana akan menenangkan kulit yang gatal. 

Ada banyak obat efektif untuk mengatasi rasa gatal yang terjadi di daerah kewanitaan. Selain menggunakan lactacyd, Anda bisa menggunakan Greek yogurt, baking soda, dan bahkan minyak kelapa. Namun, jika gejala gatal-gatal tidak kunjung mereda setelah mendapatkan perawatan atau malah bertambah menjadi lebih parah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosis yang tepat, dan perawatan yang cepat dan lebih efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *