Selain Salep Fungiderm, Ini Cara Lain Mengobati Panu

Panu adalah infeksi kulit jamur umum yang umum terjadi selama masa remaja dan awal masa dewasa. Ruam biasanya muncul sebagai hipopigmentasi beludru (pigmen lebih sedikit) atau makula hiperpigmentasi (bintik-bintik yang tidak menonjol) atau plak. Panu paling umum terjadi pada bagian wajah dan bahu. Panu sebenarnya bisa diobati dengan berbagai cara, salah satunya salep Fungiderm. Selain itu, ada beberapa cara pengobatan panu yang bisa Anda gunakan di rumah seperti berikut.

1. Salep Fungiderm

Salep Fungiderm mampu mengobati infeksi jamur pada kulit dan kuku yang disebabkan oleh dermatofita, candida, ragi-ragi jamur lainnya. Salep Fungiderm memiliki khasiat antibakteri sehingga dapat digunakan pada mikosis dengan infeksi sekunder oleh bakteri. 

Anda dapat menggunakannya dengan cara mengoleskan 2-3x sehari pada bagian yang sakit selama 10-14 hari secara teratur. Oleskan tipis-tipis pada kulit dan simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya. Segera hentikan jika terjadi iritasi dan hindari mata.

2. Sampo antiketombe

Sampo antiketombe dapat dijadikan obat antijamur, akan tetapi beberapa sampi dapat menyebabkan iritasi kulit. Sampo antiketombe dipercaya mampu menghilangkan panu, karena kandungan sejumlah regimen telah terbukti efektif menghilangkan infeksi jamur. 

Selain itu, sampo juga mengandung asam salisilat sulfur yang dapat dioleskan setiap malam sebagai lotion selama satu minggu atau dioleskan setiap hari sebagai lotion dan biarkan selama lima menit sebelum dibilas.

3. Perhatikan kandungan obat

Jika gejala tidak parah, Anda dapat memilih untuk merawat kondisi dari rumah. Gunakan salep Fungiderm atau sampo antijamur yang dijual bebas mungkin efektif untuk membunuh infeksi. Anda juga dapat memerhatikan kandungan yang dapat digunakan untuk mengobati panu dan harus memiliki bahan seperti berikut:

– Clotrimazole (Lotrimin AF, Mycelex)

– Mikonazol (Monistat, M-Zole)

– Selenium sulfida (sampo Selsun Blue)

– Terbinafine (Lamisil)

Apabila Anda mencari pertolongan medis untuk panu, dokter mungkin meresepkan obat yang berbeda, seperti krim topikal yang dapat dioleskan langsung ke kulit. Contohnya termasuk kandungan:

– Ciclopirox (Loprox, Penlac)

– Ketoconazole (Ekstina, Nizoral)

Selain itu, dokter mungkin juga meresepkan pil untuk mengobati panu, seperti:

– Flukonazol (Diflucan)

– Itraconazole (Onmel, Sporanox)

– Ketokonazol

Panu dapat sembuh dengan cepat dengan berbagai pengobatan oral. Akan tetapi, warna kulit mungkin belum bisa menyamar dengan waktu cepat. Perubahan warna bisa dilakukan selama beberapa minggu atau bulan setelah perawatan. Infeksi juga dapat kembali ketika cuaca menjadi lebih hangat dan lebih lembab. 

Panu akibat jamur kulit sebenarnya bisa Anda cegah dengan:

– Menghindari panas yang berlebihan

– Menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan

– Menghindari keringat berlebih

Anda juga dapat membantu mencegah panu dengan menggunakan perawatan kulit dengan resep dokter ataupun mengoleskan salep Fungiderm. Obat ini bisa Anda beli di Toko SehatQ. Salep Fungiderm sangat bagus untuk mengatasi infeksi pada kulit dan kuku yang disebabkan oleh jamur. 

Selain panu, salep Fungiderm juga mengandung clotrimazol yang dapat menghambat pertumbuhan jamur.  Kandungan ini dapat mengobati kadas, kutu air, candidiasis, jamur pada kulit kepala, kuku, dan lipatan paha. Salep Fungiderm merupakan obat bebas terbatas sehingga frekuensi penggunaannya harus sesuai dengan kemasan atau anjuran dari dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya.