Apa Itu Obat Grafachlor Tablet?

Obat Grafachlor tablet adalah obat berbentuk tablet yang berfungsi untuk mengatasi masalah alergi. Didalamnya terdapat kandungan dexamethasone sebanyak 0.5 mg dan dexchlorpheniramine maleate 2mg. 

Beberapa manfaat grafachlor tablet: 

– Meringankan gejala alergi seperti gatal-gatal pada kulit

– Meringankan dermatitis (eksim)

– Meringankan gejala flu, demam, hidung tersumbat dan mata berair akibat alergi

– Meringankan gejala asma

Bagaimana cara obat ini bekerja?

Dexamethasone pada obat bekerja dengan mengurangi peradangan yang terjadi akibat alergi. Ia juga akan membantu mengurangi pembengkakan pada saluran pernapasan, dan mengurangi nyeri yang terjadi.

Dexchlorpheniramine maleate bersifat antihistamin yang mampu meredakan gejala alergi seperti flu, hidung dan mata berair, bersin-bersin, hingga ruam dan bengkak pada kulit. 

Cara penggunaan obat:

Karena obat ini tergolong obat keras, pastikan menggunakan Grafachlor tablet sesuai dengan arahan serta ajuran dokter. Jangan mengkonsumsi obat lebih dari 0.075-9.0 perhari. Jangan melebihi atau mengurangi dosis obat. Obat ini dapat dikonsumsi setelah makan.

Cara penyimpanan penyimpanan Grafachlor tablet:  

– Simpan obat  pada suhu ruangan yang stabil atau sekitar 25-30 derajat celcius

– Jangan menyimpan obat di ruangan yang terkena paparan sinar matahari langsung

– Simpan obat ditempat yang kering dan tidak lembab

– Jauhkan dari jangkauan anak-anak

Apakah penggunaan obat dapat menyebabkan efek samping?

Penggunaan obat dalam dosis dan cara yang sesuai umumnya jarang menimbulkan efek samping berbahaya. Namun tak menutup kemungkinan obat ini dapat menimbulkan efek samping berupa: 

  • Gangguan pencernaan (sembelit, mual, muntah)
  • Iritasi lambung
  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Gelisah
  • Mengantuk
  • Retensi air dan elektrolit
  • Gangguan sistem saraf
  • Gangguan mata (glaukoma)
  • Dapat memicu kerusakan hati dan ginjal (jika penggunaan dalam jangka panjang serta dosis yang salah)

Peringatan sebelum mengkonsumsi obat:

  • Orang dengan riwayat alergi dengan kandungan dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate tidak disarankan menggunakan obat ini kecuali mendapat arahan serta dianjurkan dari dokter.
  • Jangan menggunakan obat ini pada bayi, balita, serta anak dibawah 2 tahun
  • Tanya dan pastikan pada dokter apakah boleh mengkonsumsi Grafachlor tablet saat Anda menggunakan obat-obatan, antibiotik, vitamin, serta suplemen lain.
  • Ibu hamil dan menyusui harus mendapat izin dan arahan dokter sebelum mengkonsumsinya. Ditakutkan obat ini akan berpengaruh pada kesehatan janin seta Asi.
  • Beritahu dokter jika Anda pernah menderita penyakit hati, ginjal, usus, atau jantung.
  • Beritahu dokter jika Anda akan harus menjalani operasi kedepannya
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol saat sedang mengkonsumsi obat
  • Orang dengan masalah iritasi lambung, infeksi jamur pada kulit, penyakit mata, gangguan tiroid, harus berhati-hati saat menggunakan obat
  • Hentikan penggunaan obat dan segera konsultasikan keluhan yang terjadi pada dokter jika terdapat efek samping parah yang timbul

Interaksi dengan obat lain:

Interaksi obat bisa saja terjadi jika digunakan dengan obat lain yang dapat jadi pemicu. Sebaiknya berhati-hati dengan kandungan obat berikut: 

  • Obat antibiotik seperti eritromisin. Mengkonsumsi eritromisin dengan obat yang mengandung dexametason dinilai dapat meningkatkan resiko efek samping obat terjadi.
  • Obat anti jamur seperti ketokonazol, itrakonazol, posaconazole, vorikonazol. Jika dikonsumsi dengan dexamethason dinilai dapat meningkatkan kadar dexamethason dalam tubuh sehingga mampu meningkatkan resiko efek samping.
  • Obat infeksi jamur seperti amfoterisin B. Menggunakan amfoterisin B dengan dexamethason bisa meningkatkan kadar kalium rendah.
  • Obat dengan kandungan warfarin. Mengkonsumsi warfarin dengan dexametason dinilai dapat menurunkan kadar obat serta meningkatkan resiko perdarahan bila dalam dosis yang tidak tepat.
  • Obat kolesterol seperti kolestiramin, colesevelam, kolestipol. Mengkonsumsi dexamethasone dengan obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dapat membuat tubuh tidak bisa menyerap kandungan dexametason dengan baik.
  • Obat diabetes. Mengkonsumsinya bersamaan dengan dexametason dapat memicu glukosa darah.
  • Obat depresan serta anti kejang seperti phenytoin, carbamazepine, for fenitoin, dan fenobarbital. Kandungan dexamethason dinilai dapat menurunkan efektivitas kerja obat anti kejang dan sebaliknya. Meskipun persenan kemungkinan terjadi kecil, sebaiknya hindari konsumsi obat secara bersamaan kecuali saat benar-benar mendapat anjuran dari dokter.
  • Obat jantung seperti digoxin yang dikonsumsi dengan dexametason dinilai dapat memicu terjadinya irama jantung yang tidak beraturan
  • Obat anti inflamasi non steroid seperti aspirin, ibuprofen, indomethacin, dan naproxen. Mengkonsumsi obat anti inflamasi dengan obat yang mengandung dexametason seperti obat grafachlor dinilai dapat meningkatkan resiko sakit perut terjadi.
  • Obat TBC yang dikonsumsi bersamaan dengan dexametason dapat menurunkan efektivitas obat
  • Dexchlorpheniramine maleate yang dikonsumsi dengan obat antihistamin mampu meningkatkan resiko efek samping
  • Obat dengan kandungan dexchlorpheniramine maleate yang diikuti dengan penggunaan alkohol mampu meningkatkan resiko efek samping

Khasiat Erphamazol Krim, Cara Pakai dan Efek Sampingnya

Erphamazol krim adalah obat anti jamur yang diindikasikan untuk infeksi jamur terutama kandidiasis dan pitiriasis versicolor. Kandidiasis adalah kondisi pertumbuhan jamur berlebih di mulut, area genital, atau bagian tubuh lainnya. Sebagian besar kasus kandidiasis dapat diobati dengan mudah dengan obat bebas (OTC) atau resep.

Sedangkan pitiriasis versicolor merupakan jamur penyebab panu. Jamur ini lebih sering menginfeksi remaja atau dewasa awal 20-an dan tidak berkaitan dengan tingkat kebersihan seseorang. Pitiriasis versicolor biasanya mempengaruhi dada, pungung, lengan, kaki, atau leher.

Khasiat obat Erphamazol Krim

Krim Erphamazol mengandung bahan aktif clotrimazole yang termasuk dalam obat anti jamur golongan imidazole. Senyawa ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan jamur yang menyebabkan infeksi.

Erphamazol krim digunakan untuk mengatasi kandidiasis dan infeksi jamur pitiriasis versicolor. Selain itu klotrimazol juga efektif mengobati infeksi kulit akibat jenis jamur lainnya, termasuk:

  • Kurap (tinea corporis)
  • Gatal selangkangan atau jock itch (tinea cruris)
  • Kutu air atau kaki atlet (tinea pedis)

Dosis dan aturan pakai

Erphamazol dapat dioleskan secara tipis dan merata pada kulit yang terdampak sebanyak dua kali sehari, di pagi dan malam hari. Pastikan tangan dan area yang gatal dalam kondisi bersih dan kering. Gunakan krim sesuai dengan petunjuk kemasan atau arahan dokter. 

Jangan berikan ke kulit dengan luka terbuka. Erphamazol merupakan obat luar, jangan biarkan obat masuk ke mata atau tidak sengaja tertelan. 

Untuk mengatasi gatal selangkangan, biasanya gejala akan membaik setelah 2 minggu pengobatan. 

Jika Anda menggunakan Erphamazol untuk mengobati kaki atlet atau kutu air, pastikan ruang di antara jari-jari kaki Anda diobati seluruhnya. Kenakan sepatu yang pas untuk mendukung sirkulasi udara, dan ganti sepatu dan kaus kaki minimal sekali sehari. Pengobatan dengan krim clotrimazole akan sembuh dalam waktu kurang lebih 4 minggu pengobatan rutin. 

Jika Anda melewati satu dosis, jangan aplikasikan dosis ekstra pada waktu pemberian berikutnya atau mengganti dosis yang terlewat terlalu berdekatan dengan jadwal dosis reguler Anda. 

Efek samping

Erphamazol bisa menyebabkan efek samping kulit memerah (ruam), dan iritasi. Hentikan penggunaan jika muncul tanda reaksi alergi lainnya dan konsultasikan dengan dokter terkait masalah ini:

  • Kulit melepuh
  • Bengkak
  • Gatal
  • Sensasi terbakar 
  • Rasa menyengat
  • Kulit pecah-pecah
  • Kulit mengelupas

Efek samping lain yang jarang terjadi termasuk hipotensi, dispnea, dan urtikaria. 

Bolehkah Erphamazol digunakan untuk anak-anak

Clotrimazole pada Erphamazol diklaim bisa digunakan untuk mengobati ruam popok akibat candida. Namun keamanan dan efektivitas Erphamazol bagi anak di bawah usia 3 tahun belum dikeahui sehingga penggunaannya tidak dianjurkan. 

Pasien yang memiliki riwayat alergi atau hipersensitif terhadap clotrimazole atau obat golongan imidazole lainnya juga tidak disarankan menggunakan Erphamazol.

Adapun obat ini termasuk kategori obat B, yang berarti cukup aman digunakan oleh ibu hamil dan tidak akan membahayakan janin. Namun penggunaannya harus dibawah pengawasan dokter atau bidan. 

Catatan

Erphamazol mengandung bahan aktif clotrimazole yang efektif mengobati sebagian besar infeksi jamur. Namun obat ini tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi jamur kuku atau kulit kepala. 

Meski bisa dibeli tanpa resep dokter, sebaiknya konsultasikan penggunaannya terlebih dahulu dengan dokter, apoteker, atau petugas medis profesional lainnya. Bicarakan dengan dokter suplemen, obat, atau herbal yang sedang Anda gunakan dan kondisi kesehatan Anda saat ini. 

Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan krim yang mengandung clotrimazole bersamaan dengan obat lain dapat menyebabkan kerusakan kulit.