4 Kandungan Obat yang Dapat Meredakan Mual Saat Haid

Rasa mual dan ingin muntah saat haid sering terjadi pada sebagian wanita. Hal ini tidak menunjukkan sesuatu yang berbahaya karena normal terjadi, dikarenakan adanya perubahan hormon pada tubuh. 

Terdapat beberapa kondisi sehingga Anda merasakan mual saat haid. Beberapa penyebab rasa mual yang paling umum, seperti:

  • Dismenore, atau yang lebih dikenal dengan nyeri haid. Adanya dismenore ini ditandai dengan adanya rasa kram di perut bagian bawah.
  • Perubahan hormon saat PMS. Pada masa ini, tubuh wanita melepaskan hormon prostaglandin yang berguna merangsang kontraksi lapisan rahim. Namun, sisa hormon tersebut masuk ke dalam aliran darah sehingga terjadilah mual saat haid, sakit kepala, dan lainnya.
  • Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), ini adalah bentuk dari PMS yang lebih parah. Pada saat mengalami PMDD terjadi penurunan hormon serotonin, dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon sehingga terjadilah perubahan emosional, kram hingga mual.
  • Endometriosis, adanya pertumbuhan dinding rahim di luar rongga rahim. Mual saat haid  dan nyeri yang dirasakan dikarenakan endometriosis juga menebal dan meluruh selama masa haid tetapi tidak memiliki jalan keluar.

Dengan adanya rasa mual saat haid setiap kalinya, tentunya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sehingga, Anda perlu menemukan cara mengatasi rasa mual saat haid, salah satunya dengan memilih obat dengan kandungan yang tepat.

Jenis Obat yang Mengatasi Mual

Berikut ini beberapa jenis obat yang dapat Anda pilih untuk meredakan rasa mual saat haid dan nyeri yang dirasakan saat haid. Pilihlah obat yang sesuai dengan gejalanya, dan jangan lupa untuk mengonsultasikan ke dokter sebelum meminumnya.

1. Obat Antimual

Pilihan pertama Anda dapat mengonsumsi obat yang termasuk ke dalam jenis antimual, seperti Domperidone. Domperidone bekerja dengan mempercepat proses saluran pencernaan, sehingga akan mengurangi rasa mual yang terjadi.

Beberapa merk dagang domperidone, yakni Domperidone Maleate, Vomitas, Domeran, Vidon, dll. Sebelum mengonsumsi obat ini, Anda harus menyesuaikan dosis dengan usia dan kondisi yang dialami.

2. Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)

NSAID adalah kelompok obat yang bekerja mengurangi peradangan. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi prostaglandin (hormon yang memicu kontraksi rahim) pada saat haid, sehingga dapat meredakan nyeri dan menurunkan demam.

Beberapa jenis dan merk obat antiinflamasi yang dapat Anda pilih:

  • Ibuprofen : Bimacyl, Aknil, Anafen, Arbupon, Arfen, dll
  • Asam mefenamat : Allogon, Analspec, Anasten Forte, Asam Mefenamat, dll
  • Aspirin : Aspirin, Cardio aspirin, Farmasal, dll
  • Naproxen : Xenifar, Alif 500
  • Piroxicam : Scandene, Faldene

3. Vitamin B6

Fungsi utama dari vitamin B6 adalah memelihara kerja saraf, mengatur jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh melalui sel darah merah, dan juga mengatur kadar hormon.

Dengan manfaat yang terkandung di dalamnya, maka vitamin B6 dapat dijadikan obat saat masa menstruasi. Pada saat mengalami menstruasi, wanita akan mengalami beberapa masalah, mulai dari perubahan mood hingga segala macam sakit datang bulan, seperti mual, kram, kelelahan, dan lainnya.

Anda dapat mengonsumsi vitamin B6 ini secara teratur, terutama pada 10 hari sebelum menstruasi. Merk vitamin B6 yang dapat Anda beli, yakni Liconam-10, Pyridoxine, LIPI Vitamin B kompleks, Blackmores.

4. Antibiotik 

Jika mual saat haid disebabkan oleh nyeri panggul, Anda dapat mengonsumsi antibiotik sebagai penanganannya. Sebelum memilih antibiotik Anda sebaiknya mengonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu agar disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda. 

Namun, jika ragu dengan mengonsumsi obat antibiotik Anda dapat menyembuhkan mual saat haid dengan minuman antibiotik tradisional, seperti madu, jahe, kayu manis, dan lainnya.

Itulah beberapa kandungan obat yang bisa Anda pilih ketika sedang mengalami mual pada saat menstruasi. Rasa mual yang dirasakan memang normin dan sering terjadi karena adanya perubahan hormon pada tubuh. Namun, jangan lupa untuk mengonsultasikan ke dokter bila mual yang Anda rasakan tak kunjung reda selama 2–3 hari, hingga mengalami muntah yang banyak dan semakin parah.